Rabu, 19 Februari 2020
  Ini Pesan Gubernur Untuk Plt Bupati Bengkalis | Ini Pesan Gubernur Untuk Plt Bupati Bengkalis | Penyidik Kejagung Periksa 38 Saksi | KPK Panggil Direktur Waskita Beton Precast Kasus Subkontraktor Fiktif | Lsm Minggu Depan Laporkan 3 Proyek PLTS ke Polda Riau | Lsm: Kalam Kudus Sandang Akreditasi A, Tidak Layak
 
 
Selasa, 18/02/2020 - 12:22:21 WIB
Status Tersangka, Muhammad Pimpin Negeri Junjungan
Ini Pesan Gubernur Untuk Plt Bupati Bengkalis
Selasa, 18/02/2020 - 12:19:44 WIB
Status Tersangka, Muhammad Pimpin Negeri Junjungan
Ini Pesan Gubernur Untuk Plt Bupati Bengkalis
Selasa, 18/02/2020 - 12:09:34 WIB
Kasus Korupsi Jiwasraya
Penyidik Kejagung Periksa 38 Saksi
Selasa, 18/02/2020 - 12:04:34 WIB
KPK Panggil Direktur Waskita Beton Precast Kasus Subkontraktor Fiktif
Selasa, 18/02/2020 - 11:45:06 WIB
Ditemukan Sejumlah Dugaan Penyimpangan
Lsm Minggu Depan Laporkan 3 Proyek PLTS ke Polda Riau
Senin, 17/02/2020 - 15:31:34 WIB
Kadisnaker Sebut YKKI Kalam Kudus Harus Penuhi Hak Tenaga Kerja
Lsm: Kalam Kudus Sandang Akreditasi A, Tidak Layak
Senin, 17/02/2020 - 13:32:42 WIB
BNN Gagalkan Penyeludupan 33 Kg Sabu Asal Malaysia
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Kamis, 18/10/2018 - 18:49:33 WIB
Trump Minta Bukti Rekaman Jurnalis Arab Saudi yang Hilang kepada Turk
 
Internasional
Ketua Komite Perundingan RCEP
15 Negara Sudah Selesai, India Hati-Hati

Internasional - SLN/RAH/ES - Selasa, 05/11/2019 - 22:40:22 WIB
Presiden Jokowi menghadiri KTT ke-RCEP, di Bangkok, Thailand, Minggu (4/11). (Foto: Rahmat/Humas)
Jakarta, Riausidik.com - Ketua Komite Perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Iman Pambagyo, mengemukakan, persetujuan negosiasi untuk menjadikan negara-negara ASEAN plus 6 negara kawasan sudah diselesaikan oleh 15 negara. Tinggal perwakilan India, menurut Iman, yang masih hati-hati dan akan mengonsultasikan dengan pemerintahan di dalam negerinya.

“Kalau di joint statement dari 16 negara, 15 sudah menyatakan selesai. Apa yang dirundingkan dinyatakan selesai, India ada di working group tadi. Tapi setelah dibawa ke New Delhi, mereka katakan ada hal-hal yang masih sulit diterima. Jadi kami pikir akan dibawa ke domestik India,” kata Iman kepada wartawan di Bangkok, Thailand, Senin (4/11) malam.

Ke-15 negara yang disebut Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iman Pambagyo sudah menyatakan telah menyelesaikan perundingan soal RCEP yang kemudian disampaikan dalam joint statement itu adalah: Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam- ditambah Jepang, RRT, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Para utusan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-3 RCEP, lanjut Iman, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Indonesia selaku koordinator perundingan atas selesainya perundingan yang mencakup 20 bab itu.

“Kemarin kita bertemu sampai lewat tengah malam dan 20 bab selesai tinggal teruskan perundingan tentang akses pasar, mungkin yang cukup berat  3% an,” terang Iman.

Komitmen Bersama

Sementara itu, dalam pernyataan bersama (joint statement) yang dibacakan pada penutupan RCEP Summit itu disebutkan adanya komitmen dari 16 negara untuk mencapai perjanjian kemitraan ekonomi yang modern, komprehensif, berkualitas tinggi, dan saling menguntungkan.

“Dengan latar belakang adanya lingkungan global berubah dengan cepat, penyelesaian negosiasi RCEP akan menunjukkan komitmen bersama kita terhadap perdagangan daninvestasi terbuka di seluruh kawasan,” bunyi pernyataan bersama itu.

Menurut pernyataan bersama itu,  RCEP secara signifikan akan meningkatkan prospek pertumbuhan masa depan kawasan dan berkontribusi positif terhadap ekonomi global, sekaligus berfungsi sebagai pilar pendukung sistem perdagangan multilateral yang kuat dan promosi pembangunan ekonomi di wilayah tersebut.

“Kami menyambut baik laporan yang disampaikan oleh para menteri tentang hasil negosiasi RCEP yang dimulai pada 2013. Kami memahami 15 negara yang berpartisipasi dalam RCEP telah menyepakati negosiasi berbasis teks untuk 20 bab dan semua isu akses pasar maupun legal scrubbing yang ditugaskan kepada mereka untuk mulai ditandatangani pada tahun 2020,” tegas pernyataan tersebut.

Terkait India, diakui dalam  pernyataan bersama itu, memiliki masalah luar biasa yang signifikan yang masih belum terselesaikan. Namun semua negara RCEP akan bekerja bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah ini dengan cara yang saling menguntungkan.

“Keputusan akhir India akan tergantung pada solusi yang terbaik dari masalah ini,” tegas pernyataan bersama itu. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved