Selasa, 12 November 2019
  Gubri Sambut Kontingen Porwil Riau Di VIP Bandara SSK II | Maknai Hari Pahlawan Dengan Wujud Nyata Menuju Indonesia Maju | Tahun Depan, Sekolah Gratis Direalisasikan | KPK Limpahkan Perkara Tersangka Suap APBD ke Pengadilan Tipikor Jambi | KPK cecar istri Wali Kota Medan soal perjalanan dinas ke Jepang | Putra Yasonna Laoly tak penuhi panggilan KPK
 
 
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Kamis, 18/10/2018 - 18:49:33 WIB
Trump Minta Bukti Rekaman Jurnalis Arab Saudi yang Hilang kepada Turk
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
 
Internasional
Vietnam sangat prihatin soal perkembangan di Laut China Selatan

Internasional - antr/mn - Jumat, 23/08/2019 - 14:28:25 WIB
Ilustrasi. Kapal induk Liaoning China beserta armada laut yang menyertainya, melakukan latihan di wilayah Laut China Selatan (Reuters) (Reuters/)
Hanoi, Riausidik.com - Vietnam "sangat prihatin" dengan perkembangan saat ini di Laut China Selatan, kata Nguyen Xuan Phuc, perdana menteri negara Asia Tenggara tersebut, Jumat.

Kapal-kapal Vietnam dan China sejak awal Juli terperangkap dalam kebuntuan di perairan yang dikuasai Vietnam di Laut China Selatan, lokasi tanker milik China tampaknya melakukan survei seismik.

Amerika Serikat juga mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya begitu prihatin dengan campur tangan China dalam pekerjaan minyak dan gas di perairan yang diklaim oleh Vietnam. AS juga mengatakan bahwa pengerahan kapal tersebut merupakan "eskalasi oleh Beijing dalam upaya mengintimidasi orang lain dari pengembangan sumber daya di Laut China Selatan.

Phuc berbicara saat konferensi pers bersama mitranya Australia, Scott Morrison, yang melakukan lawatan selama tiga hari di Hanoi. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved