Minggu, 19 Januari 2020
  KPK Tetapkan 10 Tersangka Baru | Polisi Panggil Anggota Keluarga Cendana Pekan Depan | Lsm Gerhana Minggu Depan Laporkan Pihak Terkait ke Polda Riau | Polres Rohul Gelar Razia Kendaraan Bermotor | Bupati H Sukiman Apresiasi BUMDesa Damai Mandiri | Dua Calon Kembalikan Formulir Calon Bupati dan Wakil Bupati
 
 
Sabtu, 18/01/2020 - 10:04:29 WIB
Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis
KPK Tetapkan 10 Tersangka Baru
Sabtu, 18/01/2020 - 10:01:36 WIB
Terkait "MeMiles"
Polisi Panggil Anggota Keluarga Cendana Pekan Depan
Sabtu, 18/01/2020 - 09:39:52 WIB
Proyek Jembatan Sei. Pelanduk Tidak Layak di PHO
Lsm Gerhana Minggu Depan Laporkan Pihak Terkait ke Polda Riau
Kamis, 16/01/2020 - 13:49:33 WIB
Memberlakukan Tilang Ditempat
Polres Rohul Gelar Razia Kendaraan Bermotor
Kamis, 16/01/2020 - 12:16:11 WIB
Guna Meningkatkan Perekonomian Masyarakat
Bupati H Sukiman Apresiasi BUMDesa Damai Mandiri
Kamis, 16/01/2020 - 12:10:10 WIB
Menuju Pilkada Rohul 2020
Dua Calon Kembalikan Formulir Calon Bupati dan Wakil Bupati
Selasa, 14/01/2020 - 14:46:48 WIB
KPK Panggil 10 Saksi Kasus Suap Proyek Pemkot Medan
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Kamis, 18/10/2018 - 18:49:33 WIB
Trump Minta Bukti Rekaman Jurnalis Arab Saudi yang Hilang kepada Turk
 
Hukum
KPK perpanjang penahanan Kepala Kantor Imigrasi Mataram

Hukum - antrc/mn - Jumat, 23/08/2019 - 13:31:36 WIB
Kepala Kantor Imigrasi Klas I Mataram Kurniadie di gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/8/2019). (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Jakarta, Riausidik.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan Kepala Kantor Imigrasi Klas I Mataram Kurniadie (KUR), tersangka suap terkait penanganan perkara penyalahgunaan izin tinggal di lingkungan kantor imigrasi Nusa Tenggara Barat Tahun 2019.

"Hari ini, dilakukan perpanjangan penahanan untuk 30 hari ke depan dimulai 26 Agustus 2019 sampai 24 September 2019 untuk tersangka KUR," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat.

Selain Kurniadie, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Klas I Mataram Yusriansyah Fazrin (YRI) dan Direkur PT Wisata Bahagia Indonesia (WBI) atau atau pengelola Wyndham Sundancer Lombok Liliana Hidayat (LIL).

Untuk Liliana, saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram.

Dalam konstruksi perkara kasus itu, dijelaskan bahwa PPNS di Kantor Imigrasi Klas I Mataram mengamankan dua WNA dengan inisial BGW dan MK yang diduga menyalahgunakan izin tinggal.

Mereka diduga masuk menggunakan visa sebagai turis biasa tetapi ternyata diduga bekerja di Wyndham Sundancer Lombok. PPNS lmigrasi setempat menduga dua WNA ini melanggar Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Merespons penangkapan tersebut, Liliana perwakilan Manajemen Wyndham Sundancer Lombok diduga mencoba mencari cara melakukan negosiasi dengan PPNS Kantor lmigrasi Klas I Mataram agar proses hukum dua WNA tersebut tidak berlanjut.

Kantor Imigrasi Klas I Mataram telah menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) untuk dua WNA tersebut tanggal 22 Mei 2019. Yusriansyah kemudian menghubungi Liliana untuk mengambil SPDP tersebut.

Permintaan pengambilan SPDP itu diduga sebagai kode untuk menaikan harga untuk menghentikan kasus.

Liliana kemudian menawarkan uang sebesar Rp300 juta untuk menghentikan kasus tarsebut, namun Yusriansyah menolak karena jumlahnya sedikit. Dalam proses komunikasi terkait biaya mengurus perkara tersebut Yusriansyah berkoordinasi dengan atasannya Kurnidie.

Selanjutnya, diduga terjadi pertemuan antara Yusriansyah dan Liliana untuk kembali membahas negosiasi harga.

Dalam OTT itu, KPK mengungkap modus baru yang digunakan Yusriansyah, Liliana, dan Kurniadie dalam negosiasi uang suap, yaitu menuliskan tawaran Liliana di atas kertas dengan kode tertentu tanpa berbicara dan kemudian Yusriansyah melaporkan pada Kurniadie untuk mendapat arahan atau persetujuan.

Akhirnya disepakati jumlah uang untuk mengurus perkara dua WNA tersebut adalah Rp1,2 miliar. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved