Rabu, 24 Juli 2019
  Bupati Hadiri Penyuluhan Hukum Tentang Narkoba | Bupati Inhil Serahkan Bantuan Korban Kebakaran | Plh Bupati Kampar Buka Sosialisasi | Sah, Berikut Anggota DPRD Kampar Pemilu 2019 | Presiden Minta BMKG Beri Informasi Tegas ke Pemerintah Daerah | Presiden Jokowi Sambut Langsung Putra Mahkota Abu Dhabi di Bandara
 
 
Rabu, 24/07/2019 - 10:55:04 WIB
Ditaja Kejari Inhil
Bupati Hadiri Penyuluhan Hukum Tentang Narkoba
Rabu, 24/07/2019 - 10:51:33 WIB
Usai Jalan Santai
Bupati Inhil Serahkan Bantuan Korban Kebakaran
Rabu, 24/07/2019 - 10:47:07 WIB
Tentang Pedoman Penyusunan APBD
Plh Bupati Kampar Buka Sosialisasi
Rabu, 24/07/2019 - 10:40:23 WIB
Rapat Pleno KPU Tetapkan Kursi Partai
Sah, Berikut Anggota DPRD Kampar Pemilu 2019
Rabu, 24/07/2019 - 10:35:43 WIB
Agar Tidak Ulangi Kesalahan
Presiden Minta BMKG Beri Informasi Tegas ke Pemerintah Daerah
Rabu, 24/07/2019 - 10:32:27 WIB
Presiden Jokowi Sambut Langsung Putra Mahkota Abu Dhabi di Bandara
Rabu, 24/07/2019 - 10:29:03 WIB
Langgar Netralitas
991 ASN Terancam Sanksi Disiplin dan Kode Etik
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Kamis, 09/11/2017 - 20:41:12 WIB
Rating EODB Melonjak ke-72
Bank Dunia: Indonesia Lakukan 7 Reformasi
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
 
Pemprov Riau
Pertambangan Besar-besaran Batu Bara di Riau
Lsm, Besok Laporkan Dipo ke Presiden dan Mabes Polri

Pemprov Riau - Laporan: Tim - Kamis, 25/04/2019 - 17:45:20 WIB

Pekanbaru, Riausidik.com - Pemerintah dibawah Presiden Ir H Joko Widodo (Jokowi), tengah melakukan pengawasan ketat terhadap hutan kawasan. Dibagian lain, di Kuantan Singingi (Kuansing) - Riau, ditemukan pertambangan batu bara secara besar-besaran diduga kuat tidak mengatongi izin dari kementerian terkait. Terkait kasus ini, Lsm GERHANA siang ini melaporkan Dipo ke Presiden dan Mabes Polri.

"Kita Pastikan. Besok kita melaporkan perusahaan tambang PT Quasar Inti Nusantara (QIN), diketahui pemilik bernama Dipo kepada Presiden Jokowi dan Mabes Polri," demikian penegasan Ketua Harian DPN GERHANA, Ir. Tommy FM, SH., kepada Riausidik.com, Kamis (25/4/2019) siang di Kawasan Thamrin City Jakarta Pusat.

Alasan Lsm Gerhana melaporkan perusahaan, setelah melakukan investigasi bersama media beberapa waktu lalu, ditemukan sejumlah kejanggalan. "Perusahaan QIN ini beroperasi diduga kuat berada dititik koordinat berlokasi didalam Hutan Kawasan yakni hutan lindung Bukit Betabuh, maka kewajiban perusahaan salah satunya mengatongi izin dari Kementerian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI," tegas Tommy FM, SH, yang sudah dua minggu di Jakarta karena sejumlah agenda lain.

DPRD Riau Pernah Angkat Bicara
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Riau, Kordias Pasaribu, SH., angkat bicara dan mendukung langkah Tim untuk segera melaporkan kasus ini langsung ke pusat.

"Perusahaan ini kan pernah di lidik Polda Riau, kita tidak tahu bagaimana perkembangan selanjutnya. Perusahaan saya dengar sudah beroperasi. Jika benar menyalahi aturan, langkah Lsm melaporkan ke Presiden dan Mabes Polri, kita dukung itu," tegas Kordias Pasaribu, SH.

Sementara konfirmasi media ini kepada Dipo selaku pemilik perusahaan, selain soal Izin Hutan Kawasan juga sejumlah aturan lainnya sesuai Permen ESDM Nomor: 34/2017, namun perusahaan terkesan bungkam.

Hasil Investigasi Tim
Perusahaan tambang batu bara ini yang memakai bendera PT Quasar Inti Nusantara (QIN), kembali beroperasi di Kecamatan Pucuk Rantau, Desa Pangkalan sampai Ibul, Kuansing-RIAU.

Hasil investigasi media dan LSM beberapa waktu lalu, dilokasi terlihat sejumlah kendaraan keluar masuk. "Sudah beroperasi pak, sekitar beberapa tahun lalu" kata salah seorang warga diwilayah itu yg meminta namanya tidak dipublikasi media ini.

Dari data yang dihimpun media ini, pada tahun 2016 lalu, PT Quasar Inti Nusantara (QIN) sudah kembali beroperasi.

Meski pada tahun 2011 silam, Reskrimsus Polda Riau pernah mengamankan sejumlah alat berat PT QIN dilokasi perusahaan kerena diduga tidak mengatongi izin pinjam pakai lahan kawasan serta izin pendudukan atau ekplorasi maupun ekploitasi hutan secara tidak sah atau tanpa izin dari Menteri LHK.

Sesuai Permen ESDM 34/2017, setiap perusahaan tambang wajib mematuhi aturan antara lain :

1. IUP OP khusus Pengangkutan dan Penjualan.

2. Pengurusan Tanda Registrasi

3. Integrasi 6 izin dan rekomendasi dalam Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebagai rekomendasi dalam pengurusan perizinan di instansi lainnya. Keenam izin/rekomendasi yang diintegrasikan adalah:

- Rekomendasi rencana penggunaan tenaga kerja asing.

- Perizinan persetujuan perubahan investasi dan sumber pembiayaan termasuk di dalamnya perubahan modal disetor dan ditempatkan.

- Perizinan persetujuan pembangunan fasilitas pengangkutan, penyimpanan atau penimbunan, dan pembelian atau penggunaan bahan peledak.

- Perizinan persetujuan mengajukan rencana pembangunan tempat penimbunan bahan bakar cair.

- Perizinan persetujuan sertifikat kelayakan penggunaan peralatan dan/atau sertifikat kelayakan penggunaan instalasi dari Kepala Inspektur Tambang; dan (6) Perizinan persetujuan pengoperasian kapal keruk/isap.

4. Izin pinjam pakai lahan kawasan serta izin pendudukan atau ekplorasi maupun ekploitasi hutan.

Kuansing Surganya Batu Bara
Wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, merupakan lahan potensi batu bara nya sangat mejanjikan. Setidaknya ada 8 perizinan yang mengeksploitasi lahan seluas 3.494,18 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan untuk produksi batu bara.

Sesuai data yang dihimpun media ini, di tahun 2015 silam, dari delapan perizinan tersebut untuk produksi batu bara, total yang dieksploitasi seluas 3.494,18 hektar.

Namun dari yang delapan perizinan tersebut, hanya dua perusahaan yang beroperasi, masing-masing PT Manunggal Inti Artanas (MIA) dengan luas wilayah seluas 1.712 hektar di Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir. Izinnya keluar 7 Agustus 2012 dan berakhir 1 Agustus 2014.

Lalu, PT Nusa Riau Kencana Coal menguasai seluas 638,20 hektar dengan lokasinya di Desa Pulau Padang, Kecamatan Singingi. Perusahaan ini mengantongi izinnya sejak 7 Agustus 2012 dan berakhir 30 Juni 2016. Saat ini, yang baru keluar izin operasinya adalah PT Pabrik Komponen Industri Energi dengan luasnya mencapai 9.822 hektar di Kecamatan Cerenti, yang mengantongi izin 15 Oktober 2014 hingga 15 Oktober 2034.

Selain tiga perusahaan tersebut yang telah memiliki izin operasi ada tiga perusahaan lain yang bergerak di usaha pertambangan batu bara adalah PT TBS. Perusahaan ini memiliki 3 perizinan, yang wilayahnya terdapat di Desa Pangkalan, Kecamatan Pucuk Rantau, masing-masing luas wilayahnya, 198,2 hektar, 98,5 hektar dan 198 hektar. ***

Editor: Wenny
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
brazilian hair human hair wigs