Senin, 25 Maret 2019
  Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag, KPK akan Periksa 12 Saksi di Jatim | Tanggapan KPK Soal Saksi Sebut Aliran Dana Rp1,5 Miliar ke Kemenpora | Minggu Pertama April, Bupati Amril Mukminin Diagendakan Serahkan SK CPNS Formasi 2018 | Sekda Siak Ikuti Rakornas Pengawasan Internal Pemerintah | Pemprov Riau Canangkan Konvergensi Bank Riau Kepri Ke Syariah | DPRD dan Pemko Temui Menteri PPPA
 
 
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
Kamis, 09/11/2017 - 20:41:12 WIB
Rating EODB Melonjak ke-72
Bank Dunia: Indonesia Lakukan 7 Reformasi
Minggu, 26/02/2017 - 18:30:08 WIB
Maret, Kawasaki Luncurkan Model Baru
Senin, 16/10/2017 - 21:14:05 WIB
Resmi Jabat Gubernur DKI
Anies: Saatnya Tunaikan Janji
 
Kuansing
Pemkab Kuansing Tandatangani Kerjasama Aplikasi Smart City dengan Pemko Bandung

Kuansing - rs - Kamis, 14/03/2019 - 11:15:49 WIB
.
Kuansing, Riausidik.com  - Guna mewujudkan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) sesuai amanat Kepres No 95 Tahun 2018 tentang sistem pemerintahan yang berbasis elektronik, Pemkab kuansing pada Rabu (13/3/2019) menandatangani kerjasama dalam bentuk Memorendum of Under Standing ( MoU ) dibidang pengembangan aplikasi pelayanan publik dengan Pemerintah Kota Bandung.

Penandatangan kerjasama ini dilakukan Bupati Kuansing Drs H Mursini, M.Si dan Walikota Bandung H Oded Muhamad Danial, S.AP bertempat di Pendopo Kota Bandung. Selain Kabupaten Kuansing juga ada enam daerah lainnya yang menandatangi MoU serupa dengan Pemko Bandung yakni Kabupaten Solok, Kota Bengkulu, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lingga, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Cianjur.

Setelah penandatanganan MoU antara Pemkab Kuansing dan Pemko Bandung oleh Bupati Kuansing dan Walikota Bandung, ditempatkan yang sama dilanjutkan dengan penandatanganan kerjasama penerapan sistem aplikasi berbasis elektronik antara Dinas Kominfos Kuansing dengan Kominfo Kota Bandung.

Bupati Kuansing Mursini terkait kerjasama ini menjelaskan, dari sekian banyak aplikasi berbasis elektronik yang diterapkan Pemko Bandung, yang bisa diadopsi oleh Pemkab Kuansing melalui pola berbagi pakai aplikasi pada dasarnya mengarah kepada peningkatan peningkatan pelayanan publik yang efektif dan efisien, transparan dan akuntabel.

Ada beberapa aplikasi yang bisa diterapkan langsung oleh Pemkab kuansing dari Pemko Bandung. Misalnya disebutkan Bupati Mursini aplikasi E- SAKIP, aplikasi E budggeting, aplikasi E-SKP, aplikasi E-office, aplikasi E- goverment dan lain sebagainya yang kesemuanya ini muaranya adalah smart city.

Kerjasama di bidang smart city ini juga sejalan dengan misi Kepala Daerah Kabupaten Kuansing pada poin pertama yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih dengan pelayanan publik yang prima.

Lebih jauh dijelaskan Bupati Mursini, melalui aplikasi E SAKIP yang didapat dari Pemko Bandung nantinya, diharapkan hasil penilaian SAKIP Pemerintah Kabupaten Kuansing tahun 2019 bisa meningkat dari sebelumnya memperoleh nilai B bisa naik menjadi nilai A.

Sementara itu Walikota Bandung Oded Muhamad Danial menjelaskan, semangat dari kerjasama ini prinsipnya adalah bersama-sama dalam membangun bangsa Indonesia dengan konsep kolaborasi dan kebersamaan. Sehingga dengan adanya kolaborasi dan kebersamaan antara seluruh pemerintah kabupaten/kota itu kedepan seluruh daerah kabupaten dan kota akan semakin maju.

"Dulu awalnya nilai Sakip kami hanya CC. Namun melalui politikal well pimpinan dan semangat dari seluruh ASN. Akhirnya kita berhasil. Karena kinerja ASN saya awasi terus dan akhirnya kami berhasil meraih nilai A," papar Oded Muhamad Danial.

Dia juga menjelaskan dalam membangun Kota Bandung, dirinya telah membuat tiga pilar. Yaitu melalui inovasi, kolaborasi dan desentralisasi. "Kalau kami biasanya urusan yang bisa dikerjakan oleh kecamatan kita serahkan ke kecamatan. Jadi kita tinggal mengurus persoalan yang berskala besar," terang Walikota Bandung ini.

Selepas penandatanganan MoU kemudian Pemko Bandung mengajak ke tujuh pemerintah kabupaten dan kota yang ikut melakukan kerjasama smart city ini menyaksikan Kawasan bebas sampah Kelurahan Sukaluyu Kecamatan Cibeunying Kaler.

Ditempat ini masyarakatnya sangat sadar akan kebersihan lingkungan dengan cara tidak membuang sampah secara sembarangan. Bahkan sampah yang ada di lingkungan perumahan mereka tersebut bisa diolah baik menjadi kompos, kerajinan tangan, dan bahkan bisa menghasilkan biogas yang merupakan bahan bakar masak pengganti gas yang selama ini dipakai masyarakat.

Ikut serta dalam penandatanganan MoU smart city tersebut Kepala Bappedalitbang Ir Maisir dan Kabid Litbang Marlinda, SP, MP, Asisten III DR. Agus Mandar, Kadis Disperig Drs Azhar Ali, Kepala BPKAD Hendra AP, Kabanpenda Jafrinaldi, AP, Kadis Pariwisata DR Indra Suandy, Kadis Kominfos Ir Samsir Alam, Kasatpol PP Ardiansyah, S.Sos, dan Kabag Humas dan Protokoler Ridwan Amir, S.Sos. ***

 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk