Jum'at, 26 April 2019
  Alfedri dan Keluarga Gelar Doa dan Zikir Bersama | Alfedri: Penghulu - Bapekam Harus Seiring Jalan | Presiden Jokowi: Berikan Kewenangan Kepada KPK | Puluhan Ribu Warga Kalbar Kini Miliki Sertifikat Tanah | 100 Penggiat Literasi Ikuti Workshop Literasi | Lsm, Besok Laporkan Dipo ke Presiden dan Mabes Polri
 
 
Jumat, 26/04/2019 - 17:58:34 WIB
Sambut Bulan Suci Ramadhan
Alfedri dan Keluarga Gelar Doa dan Zikir Bersama
Jumat, 26/04/2019 - 17:52:48 WIB
Alfedri: Penghulu - Bapekam Harus Seiring Jalan
Kamis, 25/04/2019 - 19:06:11 WIB
Dirut PLN Jadi Tersangka
Presiden Jokowi: Berikan Kewenangan Kepada KPK
Kamis, 25/04/2019 - 19:01:29 WIB
Puluhan Tahun Menunggu
Puluhan Ribu Warga Kalbar Kini Miliki Sertifikat Tanah
Kamis, 25/04/2019 - 18:03:01 WIB
Di Perpustakaan Kab. Siak
100 Penggiat Literasi Ikuti Workshop Literasi
Kamis, 25/04/2019 - 17:45:20 WIB
Pertambangan Besar-besaran Batu Bara di Riau
Lsm, Besok Laporkan Dipo ke Presiden dan Mabes Polri
Selasa, 23/04/2019 - 09:56:56 WIB
Menuju Pelalawan Emas
HM Harris Buka Musrenbang di Teluk Meranti
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
Kamis, 09/11/2017 - 20:41:12 WIB
Rating EODB Melonjak ke-72
Bank Dunia: Indonesia Lakukan 7 Reformasi
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Minggu, 26/02/2017 - 18:30:08 WIB
Maret, Kawasaki Luncurkan Model Baru
 
Hukum
Kaji Ulang Keppres Nomor 174/1999
Kementerian Hukum dan HAM Setuju Direvisi

Hukum - da/ant - Jumat, 08/02/2019 - 22:18:29 WIB
Dokumentasi jurnalis membentangkan spanduk dan poster untuk memberi dukungan dalam aksi damai Cabut Remisi Pembunuh Jurnalis di Pekanbaru, Riau, Minggu (27/1/2019). (Ant]
Jakarta, Riausidik.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM setuju apabila Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 174/1999 tentang Remisi dikaji kembali untuk dilakukan revisi.

"Sebaiknya Keppres Nomor 174/1999 dikaji untuk dilakukan revisi secara substansi. Ada protes juga ini revisi basa-basi. Memang begitu sejak 1999, jadi itu yang kami pedomani," ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemkumham, Sri Puguh Budi Utami, di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, berdasarkan keppres tersebut, pengajuan remisi terhadap terpidana kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali Anak Agung Bagus Prabangsa, I Nyoman Susrama, sesuai prosedur.

Namun, setelah muncul protes dari berbagai pihak terkait remisi dari hukuman seumur hidup menjadi 20 tahun, Presiden Joko Widodo meminta Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, untuk melakukan kajian yang melibatkan akademisi.

Berdasarkan keppres tersebut, narapidana dapat diberikan remisi perubahan pidana semur hidup ketika sudah menjalani paling tidak lima tahun masa pidana dan berkelakuan baik selama di dalam lapas. Ada pun I Nyoman Susrama telah menjalani 10 tahun masa tahanan dan dinilai berkelakuan baik selama di lapas.

Kasus tersebut juga menjadi pembelajaran untuk Ditjen PAS dan jajaran agar ke depan lebih berhati-hati dalam mengusulkan remisi kepada narapidana dengan kasus berat.

"Ini menjadi satu momentum bagi kami dan disampaikan kepada jajaran ketika ada perkara yang menarik perhatian masyarakat untuk hati-hati melihat berbagai aspek untuk dipertimbangkan untuk diusulkan," ujar Utami.

Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Jember, Bayu Anggono, mengatakan, Keppres 174/1999 tentang Remisi harus segera direvisi karena mengubah konsep remisi dari pengurangan masa pidana menjadi perubahan pidana.

Selain itu Keppres 174/1999 seharusnya sudah diganti menjadi Peraturan Presiden, berdasarkan ketentuan pasal 35 PP 28/2006 yang menyebutkan bahwa ketentuan mengenai remisi diatur lebih lanjut dengan Peraturan Presiden. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
brazilian hair human hair wigs