Jum'at, 18 Januari 2019
  Usai Diperiksa KPK Anggota DPRD Bekasi Hanya Ucapkan Maaf | Pemkab Kampar Serahkan DPA 2019 Kepada OPD | Syamsuar : Siak Kini Jadi Barometer Riau | Kukuhkan IKLAS, Bupati Harris Ajak Berkontribusi bagi Pembangunan Pelalawan | Gedung Baru Puskesmas Bagansiapiapi Diresmikan Bupati Suyatno | Bupati Wardan Minta PDAM dan Rekanan Segera Perbaiki Kebocoran Pipa
 
 
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Kamis, 09/11/2017 - 20:41:12 WIB
Rating EODB Melonjak ke-72
Bank Dunia: Indonesia Lakukan 7 Reformasi
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
Minggu, 26/02/2017 - 18:30:08 WIB
Maret, Kawasaki Luncurkan Model Baru
Senin, 16/10/2017 - 21:14:05 WIB
Resmi Jabat Gubernur DKI
Anies: Saatnya Tunaikan Janji
 
Pemprov Riau
Sekdaprov Riau Ingatkan Sejarah Bela Negara

Pemprov Riau - rs - Kamis, 20/12/2018 - 12:53:02 WIB
.
Pekanbaru, Riausidik.com - Tepat pada hari ini, Selasa (19/12/2018), atau 70 tahun yang lalu Mr Syafrudin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI, mendeklarasikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) atas inisiatifnya melampaui panggilan tugas yang menjadi tanggungjawabnya.

Upaya politik dan diplomasi Mr Syafrudin Prawiranegara terbukti berhasil mengatasi kekuatan militer penjajah, dan menunjukkan kepada dunia bahwa republik indonesia masih tetap berdiri tegak.

Penetapan peristiwa bersejarah ini sebagai Hari Bela Negara merupakan penegasan bahwa bela negara sejak dulu telah memiliki konteks yang sangat luas. Bela negara tidak dapat hanya dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata semata, namun harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi saat apel pagi mewakili Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim di Kantor Gubernur Riau, Selasa pagi.

Ia mengatakan, bahwa bela negara adalah kerjasama segenap elemen bangsa dan negara. Bukan hanya pemerintah, apalagi sekedar nomenklatur program instansi atau satuan kerja tertentu saja.

Di mana, bela negara terutama adalah wadah peran dan kontribusi segenap komponen masyarakat. Dunia usaha, dunia pendidikan, media, hingga tokoh pemuda, tokoh agama, semua bisa dan wajib ikut serta sesuai dengan bidang profesi masing-masing.

"Untuk mewadahi apa yang barusan saya sampaikan, September Lalu telah diterbitkan Inpres Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara Tahun 2018-2019. Inpres ini menggenapi perwujudan amanat bela negara dalam UUD 1945 dan Perundangan Pertahanan Negara," ujarnya.

Inpres ini, lanjut Sekda, mewujudkan bela negara sebagai hak azazi manusia bangsa Indonesia sesuai Pasal 68 UU Nomor 39 Tahun 1999 yang mengamanatkan agar segenap bangsa Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap dapat memberikan sumbangsihnya dalam bela negara.

"Di dalamnya tercermin keluasan konteks bela negara yang semakin relevan dengan ragam tantangan dan kecepatan perubahan dunia di segala bidang," tuturnya. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk