Jum'at, 18 Januari 2019
  Usai Diperiksa KPK Anggota DPRD Bekasi Hanya Ucapkan Maaf | Pemkab Kampar Serahkan DPA 2019 Kepada OPD | Syamsuar : Siak Kini Jadi Barometer Riau | Kukuhkan IKLAS, Bupati Harris Ajak Berkontribusi bagi Pembangunan Pelalawan | Gedung Baru Puskesmas Bagansiapiapi Diresmikan Bupati Suyatno | Bupati Wardan Minta PDAM dan Rekanan Segera Perbaiki Kebocoran Pipa
 
 
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Kamis, 09/11/2017 - 20:41:12 WIB
Rating EODB Melonjak ke-72
Bank Dunia: Indonesia Lakukan 7 Reformasi
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
Minggu, 26/02/2017 - 18:30:08 WIB
Maret, Kawasaki Luncurkan Model Baru
Senin, 16/10/2017 - 21:14:05 WIB
Resmi Jabat Gubernur DKI
Anies: Saatnya Tunaikan Janji
 
Internasional
Trump Minta Bukti Rekaman Jurnalis Arab Saudi yang Hilang kepada Turk

Internasional - rs/kc - Kamis, 18/10/2018 - 18:49:33 WIB
Presiden AS Donald Trump di hadapan pendukungnya di Billings, Montana.
Washington, Riausidik.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta otoritas Turki agar menyerahkan bukti jurnalis Arab Saudi yang menghilang.

Di Gedung Putih, Trump menyatakan dia mengirimkan permintaan jika ada rekaman video maupun suara yang berhubungan dengan kasus Jamal Khashoggi.

"Kami meminta bukti itu jika benar ada. Saya meragukannya. Namun mungkin ada. Mungkin ada," ujar Trump dikutip Reuters via Channel News Asia Kamis (18/10/2018).

Presiden berusia 72 tahun itu melanjutkan, dia mengharapkan laporan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo yang melakukan kunjungan ke Saudi dan Turki.

Sebelumnya, penyelidik Turki mengklaim telah mengamankan bukti bahwa Khashoggi dibunuh ketika mengunjungi gedung Konsulat Saudi di Istanbul 2 Oktober lalu.

"Kebenaran bakal tersingkap pada akhir pekan ini," tegas presiden ke-45 dalam sejarah Negeri "Paman Sam" tersebut dikutip BBC.

Meski begitu, tujuh pejabat keamanan AS dan Eropa menyatakan otoritas Turki masih belum memberikan bukti rekaman kasus Khashoggi.

Karena tidak diberikan, pejabat anonim itu menjelaskan mereka mendapatkan data intelijen mereka menggunakan metode dan sumber sendiri.

Termasuk juga pemberitaan media berdasarkan rekaman yang bocor. Salah satunya adalah media Turki pro-pemerintah, Yeni Safak.

Harian tersebut mengulas rekaman tersebut menunjukkan Khashoggi sempat disiksa saat menjalani interogasi sebelum dibunuh. Khashoggi yang merupakan kontributor media AS The Washington Post itu dimutilasi oleh 15 orang terduga di dalam gedung konsulat.

Selanjutnya, potongan tersebut dihancurkan menggunakan cairan asam yang bereaksi cepat, dan disembunyikan di dekat kediaman Konsulat Jenderal Saudi Mohammed al-Otaibi.

Rekaman itu juga memperdengarkan suara percakapan antara Otaibi dengan Khashoggi sebelum si jurnalis berhadapan dengan terduga pelaku. Di sana, Khashoggi disiksa sehingga teriakannya didengar staf konsulat.

"Lakukan ini di luar. Kalian bisa membuatku terkena masalah," kata Otaibi dalam rekaman. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk