Rabu, 15 08 2018
  Rapat APBD Perubahan Pelalawan Dibubarkan, Ini Penyebabnya | Bupati Inhil Kunjungi Korban bencana tanah longsor di Kuala Enok | Polemik JK Jadi Ketua Tim Kampanye Jokowi | Bimbi Ashaika, Dara Provinsi Riau Tahun 2018 Perwakilan Kabupaten Bengkalis | Wakil Bupati Buka Festival Teluk Jering 2018 | Bupati Harris Tinjau Latihan Paskibraka Pelalawan
 
 
Kamis, 09/11/2017 - 20:41:12 WIB
Rating EODB Melonjak ke-72
Bank Dunia: Indonesia Lakukan 7 Reformasi
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
Minggu, 26/02/2017 - 18:30:08 WIB
Maret, Kawasaki Luncurkan Model Baru
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Senin, 16/10/2017 - 21:14:05 WIB
Resmi Jabat Gubernur DKI
Anies: Saatnya Tunaikan Janji
 
Pemprov Riau
Rekanan Tidak Punya Pengalaman Dimenangkan
Progres Proyek Jembatan Siak IV, Stagnan?

Pemprov Riau - Laporan: r1/tim - Kamis, 19/07/2018 - 14:55:23 WIB
Inilah progres akhir Proyek Pembangunan Jembatan Siak IV (Multiyears) yang melintasi sungai siak dari Jalan Jend. Sudirman (ujung) ke Rumbai (foto proyek diambil 19 Juli 2018) [Foto: wa/nt/Sidik.com]
Pekanbaru, Riausidik.com - Saat ini hingga memasuki bulan Juli 2018, soal progres pembangunan Jembatan Siak IV (Multiyears), sejumlah kalangan menilai stagnan. Perusahaan yang tidak punya pengalaman, dipaksa menjadi pemenang, menjadi faktor utama.

Salah seorang sumber terpercaya media ini, sebut saja namanya "FR" (nama samaran), pihaknya yang mengaku memahami kontruksi Jembatan Cable Stayed, mebeberkan sejumlah kejanggalan fatal soal proyek Jembatan Siak IV, mulai dari tahapan pelelangan hingga pekerjaan kontruksi lapangan.

"Jembatan itu dimenangkan oleh orang yang tidak berkompeten. Karena setau saya perusahaan tersebut (PT Brantas Abipraya) belum pernah mengerjakan Jembatan Cable Stayed," beber FR kepada Riausidik.com, Rabu (18/7/2018) sore di Pekanbaru.

Dikatakannya, bahkan personilnya tidak satupun yang berpengalaman Cable Stayed. Makanya kita bingung, kenapa dia (PT Brantas Abipraya) dimenangkan, itu pertanyaan besar," kata FR.

Dijelaskannya FR, rekanan tidak punya pengalaman. "Coba didalam proses tender diisyaratkan punya mengalaman minimal 7 (tujuh) tahun terakhir. Saya tahu siapa perusahaan-perusahaan yang mengerjakan Cable Stayed di Indonesia," tegasnya.

"Perusahaan itu (PT Brantas Abipraya) tidak pernah mengerjakan jembatan Cable Stayed. Saya cek ke kawan-kawan, mereka malah ketawa mendegarnya," katanya.

Dampak tidak punya pengalaman rekanan, ternyata terjawab. Lanjut FR menyebutkan pekerjaannya dilapangan aburadul. "Coba cek dilapangan, mengerjakan pekerjaan pylon aja tidak selesai-selesai. Pemasangan traveler belum juga selesai naik diatas, itu kan bahaya metode kontruksinya seperti itu," ulas FR.

Saat disinggung, siapa dibelakang perusahaan, kendati tidak punya pengalaman namun dipaksa untuk dimenangkan. "Tapi terserah siapa orang kuatnya. Cuma saya hanya ingin bicara bahwa secara hukum kontrak, jelas diatur bahwa perusahaan itu dinilai mampu melaksanakan kegiatan sesuai kompetensinya. Kalau perusahaan tidak ada pengalaman tidak boleh dimenangkan," tegas FR lagi.

Media ini mengaitkan persoalan yang pernah terjadi pada proyek Jembatan Siak III silam, yang mana lantai jembatannya yang turun, hingga kini belum dapat dikembalikan ke normal oleh rekanan. Faktornya diduga salah kontruksi, sehingga menimbulkan rasa was-was bagi masyarakat yang melewatinya.

FR menyebutkan jangan terulang lagi. "Jangan, kita tidak mau terulang hal yang sama," tutup FR.

Lsm Minta Gubernur Riau Turun Tangan
Menyikapi beberapa kejanggalan diatas, Ketua Harian DPN LSM GERHANA (Gerakan Himpunan Anak Nusantara), Tommy FM, SH, angkat bicara dan menyebut ada skenario besar dalam pelaksanaan proyek jembatan siak IV di Pekanbaru, Provinsi Riau untuk segera ditelusuri.

"Ini skenario besar dan patut dipertanyakan, proyek yang menelan dana ratusan milyar itu, perusahaan pemenangnya belum punya pengalaman kok dimenagkan. Ini aneh," kesal Tommy FM, SH., kepada Riausidik.com, Kamis (19/7/2018) siang di Pekanbaru.

Tommy kemudian meminta Gubernur Riau turun tangan. "Kita menghindari kesalahan semakin besar dan sebagai perwakilan pemerintahan didaerah, kita minta Gubernur Riau Ir. H Arsyadjuliandi Rachman turun tangan," tegas Tommy.

Pengamatan Tommy menyebutkan, tidak menunggu lama dampak dari kejanggalan diatas, saat ini saja pekerjaan dilapangan terlihat stagnan, ini bukti ketidak-mampuan perusahaan.

Bukan tidak beralasan menurut Tommy. "Coba lihat, kendati saat ini sudah memasuki bulan ke 7 (tujuh) 2018, progres pekerjaan belum banyak perubahan," tegasnya lagi.

Disisi lain, Tommy kemudian mendesak pihak dinas PUPR Riau untuk terbuka soal pengalaman pihak perusahaan.

"Saya pikir ini tidaklah termasuk kategori rahasia negara. Untuk itu kita minta kepada Kadis PUPR Dadang Eko Purwanto, transparan dan membuka ke publik apakah perusahaan (PT Brantas Abipraya) ini mengatongi pengalaman di bidang Jembatan Cable Stayed, atau tidak?," tanya Tommy mengakhiri.

Aditia Putra, ST, selaku PPTK  Jembatan Siak IV, saat di konfirmasi media ini memilih bungkam. Beberapa bahan konfirmasi yang dilayangkan via WhatsApp miliknya, meski terlihat masuk dan terbaca pihak penerima, namun hingga turunnya berita ini belum terjawab oleh yang bersangkutan.

Sementara itu, upaya konfirmasi media ini kepada Kepala Dinas PUPR Riau, Dadang Eko Purwanto, selalu tidak berhasil, demikian halnya kepada Yunan Naris, ST. MT. (Kabid.), "Bapak lagi diluar kantor pak," kata salah seorang stafnya pada Kamis (19/7/2018) siang di Kantor Dinas PUPR Riau, Jl. SM Amin No. 9A, Tampan, Kota Pekanbaru-RIAU.

Sebagaimana data yang dihimpun media ini, proyek Pembangunan Jembatan Siak IV Lanjutan ( Multiyears) dimenangkan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) dengan nilai kontrak Rp107.502.791.773,- menggunakan dana APBD Riau melalui Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). ***

Editor: Wenny
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk