Senin, 10 Desember 2018
  Bupati Harris Paparkan Pencapaian di Akhir Tahun | Wali Kota Entrepreneuer Kembali Dinobatkan Kepada Dr. H. Firdaus, ST, MT | Sekda Provinsi Riau Serahkan 10 Ribu Pohon di Kecamatan Rumbai | Presiden Jokowi Tegaskan Pemerintah Terbuka Kritik Berbasis Data | Zumi Zola Terima Divonis 6 Tahun Penjara | Gubernur Edy Rahmayadi Omeli Warga setelah 3 Orang Pingsan di Loket e-KTP
 
 
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
Kamis, 09/11/2017 - 20:41:12 WIB
Rating EODB Melonjak ke-72
Bank Dunia: Indonesia Lakukan 7 Reformasi
Minggu, 26/02/2017 - 18:30:08 WIB
Maret, Kawasaki Luncurkan Model Baru
Senin, 16/10/2017 - 21:14:05 WIB
Resmi Jabat Gubernur DKI
Anies: Saatnya Tunaikan Janji
 
Nasional
Mahfud MD: Indonesia Jadi Negara Terbesar karena Pancasila

Nasional - kc/sg - Senin, 09/07/2018 - 12:55:20 WIB
Komisioner Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD.
Jakarta, Riausidik.com - Komisioner Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD mengatakan, Islam sebagai agama yang mayoritas dianut penduduk Indonesia menerima toleransi dan menghormati perbedaan di tengah masyarakat.

"Saya kira Islam bukan ancaman bagi orang yang berbeda. Islam itu sangat mencintai kedamaian," kata Mahfud saat menghadiri pengajian Abuya Muhtadi di Pandeglang, Banten, Senin (9/7/2018), seperti dikutip Antara. Mahfud memuji pengajian yang dilaksanakan ulama besar di Provinsi Banten Abuya Muhtadi karena mengembangkan model Ahlussunah Wal Jamaah yang dikembangkan Mazhab Imam Syafii.

Imam Syafii adalah penganut moderasi Islam yang menerima toleransi dan menghormati perbedaan di tengah masyarakat. Agama Islam sangat menerima Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia yang beraneka ragam suku, agama, bahasa dan budaya.

Selama ini, kehidupan masyarakat sangat berdampingan juga harmonis tanpa perbedaan. Bahkan, persatuan dan kesatuan semakin kuat dan terpelihara dengan baik dalam kerangka NKRI. "Islam itu, ya diskusi dengan kelembutan dan kedamaian dan bukan ancaman," katanya menjelaskan.

Menurut dia, Pancasila hasil ijtihad para ulama dan diantaranya KH Hasyim Asyari cukup besar menyumbangkan pemikiran nilai-nilai Pancasila dan UUD 45 sebagai ideologi bangsa. Agama Islam sangat mencintai Pancasila dan UUD 1945 yang memiliki keanekaragaman perbedaan tersebut.

"Kami yakin Indonesia ke depan menjadi negara terbesar di dunia karena memiliki ideologi Pancasila," kata mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Sementara itu, Abuya Muhtadi mengatakan, Islam agama yang menerima toleransi dan menghormati perbedaan sehingga garda terdepan untuk menyelamatkan ideologi Pancasila. Sebab, Pancasila dapat memperkuat persatuan dan kesatuan tanpa mengenal perbedaan suku, agama, bahasa serta budaya. "Kita harus semangat keberagamaan dipelihara dan dijaga untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia," katanya. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk