Sabtu, 23 Juni 2018
  Plt Bupati Rohil Buka Malam Perayaan Pawai Idul Fitri 1439 H | Absen Hari Pertama Kerja, Tunjangan Selama Sebulan Tidak Akan Dibayarkan | Hari Pertama, Pelayanan di Disdukcapil Normal | Hari Pertama Masuk Kerja, Sekda Bengkalis Sidak di Dua Tempat | Pleidoi Fredrich Yunadi 1200 Halaman Dibacakan Hari Ini | Ini Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman
 
 
Senin, 16/10/2017 - 21:14:05 WIB
Resmi Jabat Gubernur DKI
Anies: Saatnya Tunaikan Janji
Sabtu, 13/08/2016 - 06:43:25 WIB
Olimpiade 2016
Hendra-Ahsan Ditaklukan Endo-Hayakawa
Kamis, 21/09/2017 - 23:18:23 WIB
Ruhut Kritik Prabowo
Netizen Tagih Janji Potong Kuping
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
Minggu, 26/02/2017 - 18:30:08 WIB
Maret, Kawasaki Luncurkan Model Baru
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Kamis, 02/11/2017 - 18:52:08 WIB
Melompat 19 Tingkat
Kemudahan Berusaha di Indonesia Kini Nomor 72
 
Internasional
Alicia Pucheta Akan Jadi Perempuan Presiden Pertama Paraguay

Internasional - kc/vy - Selasa, 29/05/2018 - 09:50:06 WIB
Wakil Presiden Paraguay Alicia Pucheta.
Asuncion, Riausidik.com - Paraguay akan memiliki perempuan yang menjadi presiden untuk pertama kalinya dalam sejarah. Wakil Presiden Paraguay Alicia Pucheta (68) akan menyelesaikan tugas Presiden Horacio Cartes yang mengundurkan diri lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.

Cartes mundur untuk menjadi senator. Sementara, Mario Abdo Benitez, yang terpilih dalam pemilihan umum pada 22 April lalu, akan memulai masa jabatan presiden pada 15 Agustus 2018.

Parlemen akan mengonfirmasi pengunduran Cartes dan menyatakan Pucheta sebagai presiden sementara.

Pucheta merupakan politisi yang berasal dari Partai Colorado yang telah berkuasa selama beberapa dekade. Pucheta dikenal sebagai tokoh yang menentang legalisasi aborsi.

Namun, naiknya Pucheta menjadi presiden Paraguay selama beberapa bulan tidak dipandang sebagai kemajuan bagi perempuan di salah satu negara termiskin di Amerika Latin itu.

"Suatu hari, seorang perempuan akan berkuasa sebagaimana seharusnya, yaitu melalui pemungutan suara," kata senator oposisi Desiree Masi.

Namun, senator dari Partai Colorado, Lilian Samaniego, menilai Pucheta akan memotivasi para perempuan di Paraguay untuk terus berjuang bagi kesetaraan kesempatan. Saat ini, Paraguay hanya memiliki 8 perempuan di antara 45 senator, dan 11 perempuan dari 80 anggota majelis.

Sementara, pengunduran diri Cartes sudah diperkirakan sejak dia terpilih menjadi anggota Senat dalam pemilu April lalu. Senator baru akan dilantik pada 30 Juni mendatang.

Negara yang terjepit di antara Argentina, Bolivia, dan Brasil ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang konsisten selama Cartes memerintah lima tahun. Namun, pemerintah gagal mengatasi kemiskinan, korupsi, dan perdagangan obat terlarang.

Ini tetap merupakan tanah kontras, masih ditandai oleh kediktatoran umum Alfredo Stroessner 1954-1989. Meskipun meluncurkan seruan melawan korupsi, Paraguay tetap berada di posisi 135 dari 180 negara pada indeks korupsi 2017 dari lembaga Transparency International. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk