Jum'at, 19 Oktober 2018
  Trump Minta Bukti Rekaman Jurnalis Arab Saudi yang Hilang kepada Turk | Soal Pose Satu Jari, Ini Respons Sri Mulyani | Roro Fitria Dijatuhi Hukuman 4 Tahun Penjara | Tiba di Lombok, Jokowi Langsung Pimpin Rapat | KPK Geledah Kantor Lippo Cikarang dan Hotel Antero | Bupati Inhil Miliki Tekad Kuat Wujudkan Generasi Muda Menjadi Generasi Qurani
 
 
Kamis, 18/10/2018 - 18:49:33 WIB
Trump Minta Bukti Rekaman Jurnalis Arab Saudi yang Hilang kepada Turk
Kamis, 18/10/2018 - 18:35:34 WIB
Soal Pose Satu Jari, Ini Respons Sri Mulyani
Kamis, 18/10/2018 - 18:24:45 WIB
Roro Fitria Dijatuhi Hukuman 4 Tahun Penjara
Kamis, 18/10/2018 - 18:17:56 WIB
Tiba di Lombok, Jokowi Langsung Pimpin Rapat
Kamis, 18/10/2018 - 18:07:21 WIB
Kasus Suap Perizinan Meikarta
KPK Geledah Kantor Lippo Cikarang dan Hotel Antero
Kamis, 18/10/2018 - 17:50:17 WIB
Bupati Inhil Miliki Tekad Kuat Wujudkan Generasi Muda Menjadi Generasi Qurani
Kamis, 18/10/2018 - 17:42:06 WIB
Wako Pimpin Rapat Laga Amal Peduli Lombok dan Palu
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Kamis, 09/11/2017 - 20:41:12 WIB
Rating EODB Melonjak ke-72
Bank Dunia: Indonesia Lakukan 7 Reformasi
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
Minggu, 26/02/2017 - 18:30:08 WIB
Maret, Kawasaki Luncurkan Model Baru
Senin, 16/10/2017 - 21:14:05 WIB
Resmi Jabat Gubernur DKI
Anies: Saatnya Tunaikan Janji
 
Nasional
Putri Presiden ke-3 RI Galang Donasi untuk Korban Bom Surabaya

Nasional - kc/laa - Senin, 14/05/2018 - 11:25:43 WIB
.
Jakarta, Riausidik.com - Peristiwa bom yang mengguncang Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018), mengusik rasa kemanusiaan.

Duka mendalam tak bisa dihindarkan. Peristiwa ini menjadi duka bangsa. Putri Presiden ke-3 RI, Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid, dan kelompok Gusdurian, menggalang donasi online sebagai bentuk simpati kepada para korban teror bom di Surabaya.

Alissa dan Gusdurian menggalang donasi secara online melalui kitabisa.com, dengan kampanye "Santunan Korban Bom Surabaya #KamiTidakTakut".

"Mari ringankan beban korban Bom di Surabaya. Bantuan dari kita tidak bisa melerai seluruh duka, namun ini bukti persatuan dan kasih sayang," demikian kata Alissa.

Donasi ini dibuka selama 31 hari ke depan. Hingga Senin (14/5/2018) pukul 10.15 WIB, telah terkumpul Rp 4.426.202 yang berasal dari 15 donatur. Selain Alissa dan Gusdurian, mereka yang tergabung dalam Boston University Alumni Association Indonesia juga menginiasi donasi untuk para korban teror bom Surabaya, "Simpati Untuk Korban Bom Surabaya".

Penggalangan donasi online untuk korban bom Surabaya melalui kitabisa.com Penggalangan donasi online untuk korban bom Surabaya melalui kitabisa.com(Twitter) Meski baru diinisiasi pada Minggu malam, campaign ini telah mengumpulkan dana lebih dari Rp 19 juta (pantauan Senin pagi pukul 10.15 WIB).

Sebelumnya, bom meledak di 3 gereja di Surabaya yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna. Bom juga meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. ***
Mereka yang Galang
Donasi untuk Korban Bom Surabaya...
Luthfia Ayu Azanella
Kompas.com - 14/05/2018, 10:18 WIB
Penggalangan donasi online untuk para korban bom Surabaya, melalui
kitabisa.com.
Penggalangan donasi online untuk para korban bom Surabaya, melalui
kitabisa.com.(kitabisa.com)

JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa bom yang mengguncang Surabaya dan
Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018), mengusik rasa kemanusiaan.

Duka mendalam tak bisa dihindarkan. Peristiwa ini menjadi duka bangsa.

Putri Presiden ke-3 RI, Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid, dan kelompok
Gusdurian, menggalang donasi online sebagai bentuk simpati kepada para
korban teror bom di Surabaya.

Alissa dan Gusdurian menggalang donasi secara online melalui
kitabisa.com, dengan kampanye "Santunan Korban Bom Surabaya
#KamiTidakTakut".

"Mari ringankan beban korban Bom di Surabaya. Bantuan dari kita tidak
bisa melerai seluruh duka, namun ini bukti persatuan dan kasih sayang,"
demikian kata Alissa.

Baca juga: Bom Surabaya, Polres Banyuwangi Perketat Pelabuhan Ketapang
Menuju Bali

Donasi ini dibuka selama 31 hari ke depan. Hingga Senin (14/5/2018)
pukul 10.15 WIB, telah terkumpul Rp 4.426.202 yang berasal dari 15
donatur.

Selain Alissa dan Gusdurian, mereka yang tergabung dalam Boston
University Alumni Association Indonesia juga menginiasi donasi untuk
para korban teror bom Surabaya, "Simpati Untuk Korban Bom Surabaya".

Penggalangan donasi online untuk korban bom Surabaya melalui
kitabisa.com
Penggalangan donasi online untuk korban bom Surabaya melalui
kitabisa.com(Twitter)

Meski baru diinisiasi pada Minggu malam, campaign ini telah mengumpulkan
dana lebih dari Rp 19 juta (pantauan Senin pagi pukul 10.15 WIB).

Baca juga: Pengusaha Ini Tawarkan Bantuan Prosthesis Gratis untuk Korban
Bom Surabaya

Sebelumnya, bom meledak di 3 gereja di Surabaya yakni Gereja Santa Maria
Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di
Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna. Bom juga
meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mereka yang Galang Donasi untuk Korban Bom Surabaya...", https://nasional.kompas.com/read/2018/05/14/10180511/mereka-yang-galang-donasi-untuk-korban-bom-surabaya.
Penulis : Luthfia Ayu Azanella
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Mereka yang Galang
Donasi untuk Korban Bom Surabaya...
Luthfia Ayu Azanella
Kompas.com - 14/05/2018, 10:18 WIB
Penggalangan donasi online untuk para korban bom Surabaya, melalui
kitabisa.com.
Penggalangan donasi online untuk para korban bom Surabaya, melalui
kitabisa.com.(kitabisa.com)

JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa bom yang mengguncang Surabaya dan
Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018), mengusik rasa kemanusiaan.

Duka mendalam tak bisa dihindarkan. Peristiwa ini menjadi duka bangsa.

Putri Presiden ke-3 RI, Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid, dan kelompok
Gusdurian, menggalang donasi online sebagai bentuk simpati kepada para
korban teror bom di Surabaya.

Alissa dan Gusdurian menggalang donasi secara online melalui
kitabisa.com, dengan kampanye "Santunan Korban Bom Surabaya
#KamiTidakTakut".

"Mari ringankan beban korban Bom di Surabaya. Bantuan dari kita tidak
bisa melerai seluruh duka, namun ini bukti persatuan dan kasih sayang,"
demikian kata Alissa.

Baca juga: Bom Surabaya, Polres Banyuwangi Perketat Pelabuhan Ketapang
Menuju Bali

Donasi ini dibuka selama 31 hari ke depan. Hingga Senin (14/5/2018)
pukul 10.15 WIB, telah terkumpul Rp 4.426.202 yang berasal dari 15
donatur.

Selain Alissa dan Gusdurian, mereka yang tergabung dalam Boston
University Alumni Association Indonesia juga menginiasi donasi untuk
para korban teror bom Surabaya, "Simpati Untuk Korban Bom Surabaya".

Penggalangan donasi online untuk korban bom Surabaya melalui
kitabisa.com
Penggalangan donasi online untuk korban bom Surabaya melalui
kitabisa.com(Twitter)

Meski baru diinisiasi pada Minggu malam, campaign ini telah mengumpulkan
dana lebih dari Rp 19 juta (pantauan Senin pagi pukul 10.15 WIB).

Baca juga: Pengusaha Ini Tawarkan Bantuan Prosthesis Gratis untuk Korban
Bom Surabaya

Sebelumnya, bom meledak di 3 gereja di Surabaya yakni Gereja Santa Maria
Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di
Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna. Bom juga
meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mereka yang Galang Donasi untuk Korban Bom Surabaya...", https://nasional.kompas.com/read/2018/05/14/10180511/mereka-yang-galang-donasi-untuk-korban-bom-surabaya.
Penulis : Luthfia Ayu Azanella
Editor : Inggried Dwi WedhaswaryPutri Presiden ke-3 RI Galang Donasi untuk Korban Bom Surabaya
kc/laa
Jakarta, Riausidik.com - Peristiwa bom yang mengguncang Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018), mengusik rasa kemanusiaan.

Duka mendalam tak bisa dihindarkan. Peristiwa ini menjadi duka bangsa. Putri Presiden ke-3 RI, Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid, dan kelompok Gusdurian, menggalang donasi online sebagai bentuk simpati kepada para korban teror bom di Surabaya.

Alissa dan Gusdurian menggalang donasi secara online melalui kitabisa.com, dengan kampanye "Santunan Korban Bom Surabaya #KamiTidakTakut".

"Mari ringankan beban korban Bom di Surabaya. Bantuan dari kita tidak bisa melerai seluruh duka, namun ini bukti persatuan dan kasih sayang," demikian kata Alissa.

Donasi ini dibuka selama 31 hari ke depan. Hingga Senin (14/5/2018) pukul 10.15 WIB, telah terkumpul Rp 4.426.202 yang berasal dari 15 donatur. Selain Alissa dan Gusdurian, mereka yang tergabung dalam Boston University Alumni Association Indonesia juga menginiasi donasi untuk para korban teror bom Surabaya, "Simpati Untuk Korban Bom Surabaya".

Penggalangan donasi online untuk korban bom Surabaya melalui kitabisa.com Penggalangan donasi online untuk korban bom Surabaya melalui kitabisa.com(Twitter) Meski baru diinisiasi pada Minggu malam, campaign ini telah mengumpulkan dana lebih dari Rp 19 juta (pantauan Senin pagi pukul 10.15 WIB).

Sebelumnya, bom meledak di 3 gereja di Surabaya yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna. Bom juga meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. ***Putri Presiden ke-3 RI Galang Donasi untuk Korban Bom Surabaya
kc/laa
Jakarta, Riausidik.com - Peristiwa bom yang mengguncang Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018), mengusik rasa kemanusiaan.

Duka mendalam tak bisa dihindarkan. Peristiwa ini menjadi duka bangsa. Putri Presiden ke-3 RI, Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid, dan kelompok Gusdurian, menggalang donasi online sebagai bentuk simpati kepada para korban teror bom di Surabaya.

Alissa dan Gusdurian menggalang donasi secara online melalui kitabisa.com, dengan kampanye "Santunan Korban Bom Surabaya #KamiTidakTakut".

"Mari ringankan beban korban Bom di Surabaya. Bantuan dari kita tidak bisa melerai seluruh duka, namun ini bukti persatuan dan kasih sayang," demikian kata Alissa.

Donasi ini dibuka selama 31 hari ke depan. Hingga Senin (14/5/2018) pukul 10.15 WIB, telah terkumpul Rp 4.426.202 yang berasal dari 15 donatur. Selain Alissa dan Gusdurian, mereka yang tergabung dalam Boston University Alumni Association Indonesia juga menginiasi donasi untuk para korban teror bom Surabaya, "Simpati Untuk Korban Bom Surabaya".

Penggalangan donasi online untuk korban bom Surabaya melalui kitabisa.com Penggalangan donasi online untuk korban bom Surabaya melalui kitabisa.com(Twitter) Meski baru diinisiasi pada Minggu malam, campaign ini telah mengumpulkan dana lebih dari Rp 19 juta (pantauan Senin pagi pukul 10.15 WIB).

Sebelumnya, bom meledak di 3 gereja di Surabaya yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna. Bom juga meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. ***Putri Presiden ke-3 RI Galang Donasi untuk Korban Bom Surabaya
kc/laa
Jakarta, Riausidik.com - Peristiwa bom yang mengguncang Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018), mengusik rasa kemanusiaan.

Duka mendalam tak bisa dihindarkan. Peristiwa ini menjadi duka bangsa. Putri Presiden ke-3 RI, Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid, dan kelompok Gusdurian, menggalang donasi online sebagai bentuk simpati kepada para korban teror bom di Surabaya.

Alissa dan Gusdurian menggalang donasi secara online melalui kitabisa.com, dengan kampanye "Santunan Korban Bom Surabaya #KamiTidakTakut".

"Mari ringankan beban korban Bom di Surabaya. Bantuan dari kita tidak bisa melerai seluruh duka, namun ini bukti persatuan dan kasih sayang," demikian kata Alissa.

Donasi ini dibuka selama 31 hari ke depan. Hingga Senin (14/5/2018) pukul 10.15 WIB, telah terkumpul Rp 4.426.202 yang berasal dari 15 donatur. Selain Alissa dan Gusdurian, mereka yang tergabung dalam Boston University Alumni Association Indonesia juga menginiasi donasi untuk para korban teror bom Surabaya, "Simpati Untuk Korban Bom Surabaya".

Penggalangan donasi online untuk korban bom Surabaya melalui kitabisa.com Penggalangan donasi online untuk korban bom Surabaya melalui kitabisa.com(Twitter) Meski baru diinisiasi pada Minggu malam, campaign ini telah mengumpulkan dana lebih dari Rp 19 juta (pantauan Senin pagi pukul 10.15 WIB).

Sebelumnya, bom meledak di 3 gereja di Surabaya yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna. Bom juga meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk