Sabtu, 23 Juni 2018
  Plt Bupati Rohil Buka Malam Perayaan Pawai Idul Fitri 1439 H | Absen Hari Pertama Kerja, Tunjangan Selama Sebulan Tidak Akan Dibayarkan | Hari Pertama, Pelayanan di Disdukcapil Normal | Hari Pertama Masuk Kerja, Sekda Bengkalis Sidak di Dua Tempat | Pleidoi Fredrich Yunadi 1200 Halaman Dibacakan Hari Ini | Ini Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman
 
 
Senin, 16/10/2017 - 21:14:05 WIB
Resmi Jabat Gubernur DKI
Anies: Saatnya Tunaikan Janji
Sabtu, 13/08/2016 - 06:43:25 WIB
Olimpiade 2016
Hendra-Ahsan Ditaklukan Endo-Hayakawa
Kamis, 21/09/2017 - 23:18:23 WIB
Ruhut Kritik Prabowo
Netizen Tagih Janji Potong Kuping
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
Minggu, 26/02/2017 - 18:30:08 WIB
Maret, Kawasaki Luncurkan Model Baru
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Kamis, 02/11/2017 - 18:52:08 WIB
Melompat 19 Tingkat
Kemudahan Berusaha di Indonesia Kini Nomor 72
 
Nasional
Diduga Kuat Pesanan Ka. Balai Asmelita
Waskita Berdayakan Setio Tutupi Kejanggalan

Nasional - Laporan: Tim - Jumat, 09/03/2018 - 17:11:23 WIB
Inilah kondisi proyek OSAKA, Rohul-Riau tahun 2016 dan 2017, yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (persero), dan Setio selaku pimpinan proyek. [[Foto: Tim]
Pekanbaru, Riausidik.com - Salah satu jabaran program NAWACITA Presiden Joko Widodo yakni pembangunan irigasi guna pemenuhan persawahan rakyat. Namun sepertinya masih dipandang sebelah mata oleh Kepala BWSS III Provinsi Riau Asmelita.

Betapa tidak, Proyek Pembangunan Irigasi Jaringan Interkoneksi Osaka (Okak-Samo-Kaiti) di Rahul-Riau, yang sejatinya tahun lalu 2017 selesai dan bisa dinikmati oleh masyarakat, namun justru gagal, dengan alasan klasik, terganjal pembebasan lahan.

Salah seorang warga Rokan Hulu (Rohul) yang ditemui Riausidik.com bernama Redi, mengaku tidak heran dengan sejumlah kejanggalan proyek melalui Kementeria PUPR itu, tidak dapat diangkat dipermukaan.

"Itu pak Setio dari Waskita sengaja memelihara oknum wartawan lokal di Rohul, untuk menutupi sejumlah kejanggalan di proyek tersebut. Milihat kondisi ini, harapan kami selaku masyarakat untuk menikmati air dari Irigasi ini, sepertinya masih jauh dari harapan," kata Redi.

Redi kemudian yang mewakili masyarakat lainnya, menyampaikan harapan mereka kepada Presiden Jokowi atau Menteri PUPR.

"Kami minta kepada Jokowi atau menteri PUPR Basoeki untuk mengganti Kepala BWSS III Provinsi Riau Asmelita, selama belum dievaluasi pejabatnya, kami yakin proyek ini tidak berjalan normal. Sebab, persoalannya begitu banyak didalamnya," harap Redi.

Terkait beberapa kejanggalan, seperti beberapa item kontrak pekerjaan yang belum layak bayar, namun tetap dibayarkan oleh Satker/Balai kepada rekanan (Waskita), Redi kembali meminta agak hal tersebut diusut.

"Kami mohon kepada Lsm agar melaporkan kasus ini ke aparat hukum seperti KPK, Polri dan Jaksa. Jika tidak bisa dikembalikan kerugian negara nantinya, harus dipertanggungjawabkan, dan keyakinan kami Asmelita punya andil dalam hal ini," pintanya mengakhiri wawancara dengan media ini.

Konfirmasi Media, BWSS III Bungkam
Surat yang dilayangkan media ini kepada Kepala BWSS III Riau, Namor : 023.K/M-CIBER/Red/I/2018, Tanggal 29 Januari 2018, perihal konfirmasi reaslisasi proyek OSAKA, Rohul-Riau tahun 2016 dan 2017, hingga turunnya berita ini belum mendapat tanggapan dari pejabat yang bersangkutan.

Hasil Investigasi TIM
Hasil investigasi tim pada Rabu 24 Januari 2018 lalu, menemukan sejumlah kejanggalan, untuk pekerjaan saluran beton/lining tahun 2016 lalu, kini kondisinya memprihatinkan, yakni terjadi retak-retak disejumlah titik yang dipastikan umur betonnya tidak bertahan lama lagi.

Untuk pekerjaan tahun 2017, bahkan lebih parah, yakni pekerjaan saluran beton/lining terlihat tidak profesional, bahkan saluran yang dibangun belum menyambung ke bangunan air/talang, yang terkesan bangunan tidak sesuai/ditinggalkan begitu saja. Padahal dititik itu sudah dibangun sebagian lorong beton, artinya tidak ada kendala soal lahan.

Lebih parahnya, baru seumur jagung, terjadi longsor timbunan tanah disisi saluran yang nyaris saluran beton lainnya akan roboh. Kejadian ini diduga kuat pekerjaan timbunan tidak mencapai kepadatan yang optimal.

Sementara itu, Setio dari PT Waskita Karya selaku pimpinan proyek OSAKA Rohul, terkesan membela pihak BWSS III Riau. "Ini bukan kesalahan balai pak (BWSS III), ini hanya terkendala soal pembebasan lahan di warga," kata Setio.

Media ini saat mencoba meminta menjelaskan, pekerjaan apa saja yang direalisasikan pada tahun 2016 dan tahun 2017, Setio tidak menjawab dengan alasan itu kewenangan Balai. "Saya tidak bisa memberikan pak. Itu wewenang Balai," timpal Setio.

Begitu juga saat ditanya, soal timbunan yang sudah dilakukan, namun belum juga di bangun saluran beton. "Saya tidak bisa menjawab itu pak," katanya.

Saat ditanya berapa total anggaran yang sudah dicairkan BWSS III Riau kepada pihak PT Waskita Karya untuk pekerjaan dua tahun itu, Setio menjawab datar. "Target anggarannya awalnya Rp105 Milyar pak. Namun yang dicairkan sudah 40 persen, artinya dana sudah kita terima Rp40 Milyar lebih," jawabnya. ***

Editor: Wanny

 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk