Sabtu, 22 09 2018
  Mundurnya Alex Noerdin, Menunggu Sesneg hingga Jadi Timses Jokowi | Jokowi: Pilpres Tanpa Fitnah dan Hinaan, PDI-P Buat Aturan Internal | Bupati Bengkalis Amril Dicegah KPK ke Luar Negeri | Syahrini Mengaku Pipis di Celana Saat Buka Konser Ari Lasso dan Padi | Merasa Sudah Coret 2 Caleg Eks Koruptor, Nasdem Minta KPU Klarifikasi | DPW Riau Siap Hadiri Munas I IMO indonesia
 
 
Sabtu, 22/09/2018 - 12:57:27 WIB
Mundurnya Alex Noerdin, Menunggu Sesneg hingga Jadi Timses Jokowi
Sabtu, 22/09/2018 - 12:36:00 WIB
Jokowi: Pilpres Tanpa Fitnah dan Hinaan, PDI-P Buat Aturan Internal
Jumat, 21/09/2018 - 23:12:55 WIB
Dianggap Mengetahui Kasus Korupsi Proyek
Bupati Bengkalis Amril Dicegah KPK ke Luar Negeri
Jumat, 21/09/2018 - 14:06:19 WIB
Syahrini Mengaku Pipis di Celana Saat Buka Konser Ari Lasso dan Padi
Jumat, 21/09/2018 - 13:41:26 WIB
Merasa Sudah Coret 2 Caleg Eks Koruptor, Nasdem Minta KPU Klarifikasi
Jumat, 21/09/2018 - 13:17:25 WIB
Rencananya Digelar di Gedung Dewan Pers
DPW Riau Siap Hadiri Munas I IMO indonesia
Jumat, 21/09/2018 - 12:40:46 WIB
13 Parpol yang Usung Caleg Eks Koruptor
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Kamis, 09/11/2017 - 20:41:12 WIB
Rating EODB Melonjak ke-72
Bank Dunia: Indonesia Lakukan 7 Reformasi
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Minggu, 26/02/2017 - 18:30:08 WIB
Maret, Kawasaki Luncurkan Model Baru
Senin, 16/10/2017 - 21:14:05 WIB
Resmi Jabat Gubernur DKI
Anies: Saatnya Tunaikan Janji
 
Nasional
KPK: Pembentukan TGPF Teror Novel Sudah di Tangan Jokowi

Nasional - fa/c - Kamis, 22/02/2018 - 15:38:17 WIB
Novel Baswedan.
Jakarta, Riausidik.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras Novel Baswedan ada di tangan Presiden Joko Widodo.

Usulan pembentukan TGPF kasus Novel terus mencuat setelah kepolisian tak kunjung berhasil mengungkap pelaku penyerangan setelah penyelidikan dalam 10 bulan terakhir.

"Karena memang kewenangan dan otoritas yang memungkinkan membentuk TGPF ada pada presiden," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Kamis (22/2).

Menurut Febri, dari pernyataan terakhir, Presiden Jokowi masih menunggu kerja Polri dalam mengungkap pelaku penyiraman air keras ke Novel yang terjadi pada 11 April tahun lalu. Penanganan kasus penyerangan penyidik senior KPK sampai saat ini pun masih dilakukan Polri.

"Namun seperti yang kita ketahui, dalam beberapa hari ini Presiden mengatakan penanganan masih di Polri," tuturnya.

Febri mengatakan pengungkapan kasus Novel merupakan ujian bagi semua pihak yang konsen dalam pemberantasan korupsi. Menurut dia, bila kasus penyiraman air keras ini tak terungkap tentu akan menjadi preseden buruk dalam kerja pemberantasan korupsi.

"Jika tidak terungkap, tentu ini akan jadi preseden buruk bagi sejarah perang melawan korupsi," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan masih menunggu hasil penyelidikan Polri atas kasus penyiraman air keras Novel. Jokowi menegaskan akan mengambil langkah jika penyelidikan Polri tidak menemukan titik terang.

"Kami kejar terus Polri. Kalau Polri sudah begini (angkat tangan), baru kami mulai step yang lain," ujar Jokowi di Istana Negara, Selasa (20/2).

Novel memilih pulang ke Indonesia di tengah proses penyembuhan mata kirinya yang rusak akibat siraman air keras pada 11 April 2017. Novel dijadwalkan kembali menjalani operasi mata kirinya pada April 2018 mendatang. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk