Sabtu, 23 Juni 2018
  Plt Bupati Rohil Buka Malam Perayaan Pawai Idul Fitri 1439 H | Absen Hari Pertama Kerja, Tunjangan Selama Sebulan Tidak Akan Dibayarkan | Hari Pertama, Pelayanan di Disdukcapil Normal | Hari Pertama Masuk Kerja, Sekda Bengkalis Sidak di Dua Tempat | Pleidoi Fredrich Yunadi 1200 Halaman Dibacakan Hari Ini | Ini Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman
 
 
Senin, 16/10/2017 - 21:14:05 WIB
Resmi Jabat Gubernur DKI
Anies: Saatnya Tunaikan Janji
Sabtu, 13/08/2016 - 06:43:25 WIB
Olimpiade 2016
Hendra-Ahsan Ditaklukan Endo-Hayakawa
Kamis, 21/09/2017 - 23:18:23 WIB
Ruhut Kritik Prabowo
Netizen Tagih Janji Potong Kuping
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
Minggu, 26/02/2017 - 18:30:08 WIB
Maret, Kawasaki Luncurkan Model Baru
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Kamis, 02/11/2017 - 18:52:08 WIB
Melompat 19 Tingkat
Kemudahan Berusaha di Indonesia Kini Nomor 72
 
Politik
Kejutan, 2 Pasangan Balon Gubernur Mandaftar dengan Partai yang Sama

Politik - tp/a - Kamis, 11/01/2018 - 10:48:10 WIB
Syamsurizal-Zaini Ismail datang ke KPU Riau Rabu (10/1/2018) tengah malam untuk mendaftar sebagai balon gubernur dan wakil gubernur Riau.
Pekanbaru, Riausidik.com - Adanya bakal calon gubernur dan wakil gubernur Riau ke KPU Riau, yakni Syamsurizal dan Zaini Ismail pada Rabu (10/1/2018) tengah malam, 30 menit jelang ditutup pendaftaran, banyak diperbincangkan di grup media sosial.

Menanggapi hal itu, pengamat tata negara dan pemerintahan Universitas Riau, Mexsasai Indra berpendapat, secara yuridis, keabsahan pasangan bakal calon, ada pada Surat Keputusan (SK) DPP Parpol atau Gabungan Parpol pengusung.

"Jika ada dua SK, maka berpotensi atau patut diduga, salah satu SK palsu, maka berpotensi terjadinya tindak pidana (delik) pemalsuan, sebagaimana diatur dalam KUHP," kata Mexsasai melalui pesan WhatsApp, Kamis (11/1/2018).

Namun jika 2 SK dikeluarkan secara resmi oleh DPP, maka menurutnya perlu ada klarifikasi atau pernyataan resmi dari DPP.


"Maka dalam PKPU konstruksi hukum yang dibangun pasangan calon didaftarkan oleh Parpol, atau gabungan Parpol pengusung, agar secara empirikal dukungan Parpol tsb dapat difalsifikasi," ujarnya.

Mexsasai juga berpendapat, bahwa keputusan yang diambil oleh KPU Riau untuk menolak pendaftaran tersebut sudah tepat, karena ketiadaan parpol pendukung dalam mendaftarkan bakal calon Syamsurisal-Zaini Ismail, sementara, itu merupakan salah satu syarat mutlak.

Sebelumnya, pada Rabu malam pasangan Syamsurizal-Zaini Ismail mendatangi KPU Riau untuk mendaftar, mereka mengaku didukung oleh PKB dan Gerindra.

Alhasil pihak KPU yang sebelumnya tidak ada persiapan karena kedatangan mereka tanpa konfirmasi, dibuat kalang kabut oleh pasangan ini.

Komisioner yang sebagian sudah pulang dan tidur terpaksa dibangunkan dan dijemput, dan semua pihak pun didatangkan kembali ke kantor KPU Riau. ***

 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk