Kamis, 23 November 2017
  Sadis! Cekik Secara Bergantian Hingga Tewas | Disnakertrans Riau Sebut Belum Mendapat Penolakan PT RCM | Kenaikan UMK Mulai Diterapkan Januari 2018 | LPG di Pelalawan Langka | Terjun dari Lantai 8 Hotel Aryaduta Hingga Kabur di Lapas | 4 Pejabat Bertarung Perebutkan Kursi Sekda Bengkalis
 
 
Kamis, 23/11/2017 - 12:16:32 WIB
Pemuda 21 Tahun Bawa Mayat Korbannya untuk Dibuang ke Laut
Sadis! Cekik Secara Bergantian Hingga Tewas
Kamis, 23/11/2017 - 11:53:23 WIB
Disnakertrans Riau Sebut Belum Mendapat Penolakan PT RCM
Kamis, 23/11/2017 - 11:32:11 WIB
Disnakertrans Riau Lakukan Pengawasan dan Pemeriksaan pada Bulan Kedua
Kenaikan UMK Mulai Diterapkan Januari 2018
Kamis, 23/11/2017 - 11:16:03 WIB
Diskopukmperindag Akan Tindak Tegas Pangkalan Nakal
LPG di Pelalawan Langka
Kamis, 23/11/2017 - 11:04:43 WIB
Terjun dari Lantai 8 Hotel Aryaduta Hingga Kabur di Lapas
Rabu, 22/11/2017 - 18:02:43 WIB
4 Pejabat Bertarung Perebutkan Kursi Sekda Bengkalis
Rabu, 22/11/2017 - 15:54:11 WIB
Kasus Oknum Polisi Rohil yang Habisi Nyawa Janda? Begini Nasibnya Sekarang
Sabtu, 13/08/2016 - 06:43:25 WIB
Olimpiade 2016
Hendra-Ahsan Ditaklukan Endo-Hayakawa
Jumat, 12/08/2016 - 12:31:46 WIB
HEBOH! Atlet Korsel Foto Panas Bareng Pesenam Korut
Senin, 08/08/2016 - 09:24:00 WIB
Dihujat di Negeri Sendiri
Indonesia Raih Emas untuk Seragam Terbaik Rio 2016
Jumat, 05/08/2016 - 14:09:52 WIB
Jelang Olimpiade
Pemain Bulutangkis Dunia Lee Chong Wei Merasa Tertekan
Selasa, 22/11/2016 - 17:14:25 WIB
Sudah Bertemu dengan Prabowo dan Megawati
Akankah Jokowi Temui SBY?
Rabu, 23/11/2016 - 19:46:37 WIB
Setya Novanto Diajukan Kembali jadi Ketua DPR
Ini Respon Presiden Joko Widodo
Kamis, 17/11/2016 - 19:34:27 WIB
Pasca Penetapan Statusnya sebagai Tersangka
Sederet Artis Papan Atas Banjiri Dukungan ke Ahok
 
Pemko Gunung Sitoli
Dugaan Korupsi DD Namohalu
JPKP Desak Polres Nias Usut Kasus Bazaro Harefa

Pemko Gunung Sitoli - Laporan: Adi Eli Laoly - Senin, 13/11/2017 - 20:39:47 WIB
Mantan Kepala Desa Namohalu, Bazaro Harefa. [dok.]
Nias Utara, Riausidik.com - Wakil Ketua DPC Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Nasional, Kabupaten Nias Utara, Sinemaaro Hulu mendesak Kepolisian Resort Nias agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi yang melibatkan Mantan Kepala Desa Namohalu, Bazaro Harefa.

Desakan ini terkait pelaksanaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2016 lalu dengan pagu dana berkisar Rp800 juta. Hal itu diungkapkan Sinemaaro kepada wartawan saat dihubungi via seluler, Sabtu (11/11/2017).

Menurutnya, kasus dugaan korupsi pada pelaksanaan DD Tahun Anggaran 2016 itu sangat fatal dan banyak didapatkan pelanggaran.

Hal itu semakin menguat setelah keluarnya hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Provinsi Sumatera Utara pada bulan Juli 2017 lalu dimana ditemukan bahwa Kepala Desa Namohalu atas nama Bazaro Harefa belum menyampaikan hasil laporan realisasi penggunaan Dana Desa tahun 2016 sebesar Rp267 juta.

"Kasus dugaan korupsi pada pelaksanaan DD Tahun 2016 di Desa Namohalu ini jelas-jelas sangat fatal. Temuan BPK sudah ada. Kita berharap Kepolisian Resort Nias dapat menelusuri kasus ini sehingga terang benderang," harap Hulu.

Sebelumnya diberitakan, Bazaro Harefa, Mantan Kepala Desa Namohalu, Kecamatan Namohalu Esiwa Kabupaten Nias Utara, telah dilaporkan ke Polres Nias atas dugaan korupsi pada pelaksanaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2016 lalu pagu dana berkisar 800 juta rupiah.

Bezaro dilaporkan ke Polres Nias karena diduga melakukan tindakan koorporasi dengan TPK dalam pengelolaan DD Tahun 2016, berupa penggelembungan harga (mark-Up) dan manipulasi SPJ.

"Kita telah melaporkan Kepala Desa Namohalu atas nama Bazaro Harefa dan tim TPK, atas dugaan korupsi pada pelaksanaan DD Tahun Anggaran 2016 lalu, dengan pagu dana berkisar 800 juta rupiah lebih. Dari hasil investigasi kita dilapangan ditemukan terjadi penggelembungan harga material, memanipulasi SPJ, serta penggelapan sisa material, ditambah lagi hasil temuan BPKP Rp267 juta hingga batas waktu enam puluh hari sejak keluarnya hasil audit BPKP itu sampai sekarang ini belum ada pertanggungjawaban," ujar Sinemaaro Hulu.

Ada beberapa kejanggalan pada pelaksanaan Dana Desa itu, kata Hulu, yakni salah satu item pekerjaan Pengaspalan Jalan Dari Kecamatan Menuju Gereja Namohalu sepanjang 425 meter adalah kuat dugaan kekurangan aspal, hal itu terbukti dari kondisi jalan yang sudah mulai rusak dan berlobang dibeberapa titik, juga terdapat kelebihan aspal sebanyak 10 drum namun aspal tersebut diduga telah digelapkan oleh Kades.

Kemudian pengadaan aspal, dalam SPJ dibeli disalah satu Toko/UD di Kecamatan Namohalu Esiwa, namun setelah ditelusuri tidak ditemukan Toko/UD penjual aspal di wilayah Kecamatan Namohalu Esiwa. Bahkan SPJ yang diduga fiktif itu dikerjakan sendiri oleh Kades, dan juga tidak pernah dipublikasikan kepada masyarakat Desa.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang didapatkan wartawan media ini, terkait dengan laporan JPKP Nasional tersebut, Mantan Kepala Desa Namohalu, Bazaro Harefa bersama TPK telah dipanggil ke Polres Nias beberapa waktu lalu. Namun hasilnya hingga saat ini masih belum disampaikan secara resmi kepada pelapor. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk