Minggu, 25 Februari 2018
  Bupati Meranti Buka Festival Perang Air Meranti | Launching Web GIS Kampar Bersamaan dengan Musrenbang Kabupaten | Satu Tujuan Pembangunan Bersama Pemerintah Daerah Oleh Bapeda Siak. | Pj Bupati Inhil Minta Peserta Jadi Pelopor di Lingkungan Gugus Depan | JM Tak Terbukti Melakukan Pungli, YE Cs Minta Maaf | KPK: Pembentukan TGPF Teror Novel Sudah di Tangan Jokowi
 
 
Senin, 16/10/2017 - 21:14:05 WIB
Resmi Jabat Gubernur DKI
Anies: Saatnya Tunaikan Janji
Sabtu, 13/08/2016 - 06:43:25 WIB
Olimpiade 2016
Hendra-Ahsan Ditaklukan Endo-Hayakawa
Kamis, 21/09/2017 - 23:18:23 WIB
Ruhut Kritik Prabowo
Netizen Tagih Janji Potong Kuping
Jumat, 12/08/2016 - 12:31:46 WIB
HEBOH! Atlet Korsel Foto Panas Bareng Pesenam Korut
Sabtu, 16/09/2017 - 19:47:47 WIB
Nasdem Resmi Dukung Khofifah
Ini yang Dilakukan Pihak DPW
Senin, 08/08/2016 - 09:24:00 WIB
Dihujat di Negeri Sendiri
Indonesia Raih Emas untuk Seragam Terbaik Rio 2016
Jumat, 05/08/2016 - 14:09:52 WIB
Jelang Olimpiade
Pemain Bulutangkis Dunia Lee Chong Wei Merasa Tertekan
 
Hiburan
Hubungan Dimulai dari Perselingkuhan
Ternyata Membawa Penderitaan Bagiku, Ini Ceritanya..

Hiburan - Sumber : dy.163.com - Kamis, 21/09/2017 - 23:28:51 WIB
Ilustrasi. [nt]
Jakarta, Riausidik.com - Aku mempunyai tinggi badan 168cm, berpenampilan di atas rata-rata, dengan pemasukan kurang lebih 300juta rupiah per tahun. Suamiku sedikit lebih tinggi daripada aku, dengan penampilan yang tergolong biasa saja, tapi dengan pemasukan yang 2 kali lipat lebih banyak dariku.

Hubungan kami bermula dari perselingkuhan yang kami lakukan atas mantan pasangan kami masing-masing. Aku yang duluan bercerai dengan mantan suamiku, sebelum akhirnya ia juga bercerai dengan mantan istrinya.

Ia mempunyai seorang anak laki-laki dari pernikahan sebelumnya (yang bersikeras ia perjuangkan hal asuhnya) tinggal bersama dengan kami, dan kami juga dikaruniai seorang anak perempuan yang kini telah berusia 6 bulan.

Sebelum anak perempuan kami lahir, hubungan kami sangat harmonis(termasuk dengan anak laki-lakinya). Akan tetapi sejak anak perempuan kami lahir, aku sendirian di rumah menjaga anak, dan ia karena alasan pekerjaan yang semakin sibuk, meminta untuk tidur di kamar yang berbeda. Selain itu ia juga hampir tidak pernah peduli terhadap anak perempuan kami.

Saat emosiku menjadi kian tidak stabil, ia tetap menyalahkanku yang tidak lagi menjaga anak laki-lakinya sebaik saat aku sedang hamil. Dan setelah kelahiran anak perempuan kami, aku baru menyadari bahwa ia sebenarnya adalah orang yang egois, dingin dan berhati sempit. Semua itu sebenarnya sudah mulai terasa sebelum kami resmi menikah, tapi aku pun dengan naifnya berharap bahwa semua itu bisa berubah setelah kelahiran anak perempuan kami.

Saat anak perempuan kami baru berusia 2 bulan, aku pernah marah besar terhadapnya. Dan sejak itu hubungan kami tidak pernah dilalui dengan rasa tenang. Ia juga tidak segan untuk meluapkan emosinya terhadapku di hadapan keluarganya.

Kami pun telah merencanakan perceraian kami. Tapi dikarenakan rumahku belum selesai direnovasi, maka aku pun masih belum dapat pindah. Dan demi anak-anak, kami juga pernah berusaha untuk memperbaiki hubungan. Namun sejauh ini tetap tidak terlihat hasilnya.

Kami saling berharap untuk lebih saling mengerti. Ia ingin aku kembali ke diriku sebelum kehamilanku, dan aku berharap ia dapat lebih banyak meluangkan waktu untuk aku dan anak perempuan kami, dan bukannya sibuk di hari kerja, dan hanya memperhatikan anak laki-lakinya di hari libur, dan tidak mempedulikan anak perempuan kami sama sekali.

Perbedaan sikapnya terhadap kedua anak membuatku merasa sangat sedih. Ia pun beralasan karena ia merasa bersalah terhadap anak laki-lakinya atas perceraiannya dengan istri pertamanya. Namun ia tetap membahas ingin bercerai denganku. Jujur saja, aku juga sudah ingin menyerah, dan sudah tidak berharap banyak padanya lagi.

Walau aku juga menyadari bahwa kehidupanku yang sekarang sebenarnya tidak ada bedanya dengan bercerai. Aku merawat anak perempuanku sendiri tanpa kehadiran sosok suami, dan ia juga selain memberikan nafkah bagi kami, tidak ada lagi yang diberikannya terhadap aku dan anak perempuan kami. Aku sendiri sangat sedih dan bingung terhadap keadaanku yang sekarang. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk