Senin, 18 Desember 2017
  Pemkab Bengkalis Terima DIPA Tahun 2018 | Presiden Jokowi Pakai Mobil Rekanan Milik Budi Waluyo | Kejari Tinjau Kesiapan Pembangunan Los Pasar Desa Ujung Batu Timur | Eri Jack Divonis Hukuman Mati Oleh Hakim PN Bengkalis | Atlet Renang Paralimpian Riau Wakili Indonesia di Dubai Boyong 4 Emas 1 Perak | KPK Sebut Mantan KSAU Ada di Indonesia
 
 
Senin, 18/12/2017 - 14:56:00 WIB
Sebesar Rp2,956 Triliun
Pemkab Bengkalis Terima DIPA Tahun 2018
Minggu, 17/12/2017 - 08:47:32 WIB
Saat Kunker di Riau Juli Lalu
Presiden Jokowi Pakai Mobil Rekanan Milik Budi Waluyo
Jumat, 15/12/2017 - 16:12:07 WIB
Kejari Tinjau Kesiapan Pembangunan Los Pasar Desa Ujung Batu Timur
Jumat, 15/12/2017 - 16:02:00 WIB
Eri Jack Divonis Hukuman Mati Oleh Hakim PN Bengkalis
Jumat, 15/12/2017 - 15:35:48 WIB
Atlet Renang Paralimpian Riau Wakili Indonesia di Dubai Boyong 4 Emas 1 Perak
Jumat, 15/12/2017 - 15:06:18 WIB
KPK Sebut Mantan KSAU Ada di Indonesia
Jumat, 15/12/2017 - 13:29:35 WIB
Permohonan RAPP Terkait SK 5322 Kepada PTUN Agar Dapatkan Kepastian Hukum
Sabtu, 13/08/2016 - 06:43:25 WIB
Olimpiade 2016
Hendra-Ahsan Ditaklukan Endo-Hayakawa
Jumat, 12/08/2016 - 12:31:46 WIB
HEBOH! Atlet Korsel Foto Panas Bareng Pesenam Korut
Senin, 08/08/2016 - 09:24:00 WIB
Dihujat di Negeri Sendiri
Indonesia Raih Emas untuk Seragam Terbaik Rio 2016
Jumat, 05/08/2016 - 14:09:52 WIB
Jelang Olimpiade
Pemain Bulutangkis Dunia Lee Chong Wei Merasa Tertekan
Selasa, 22/11/2016 - 17:14:25 WIB
Sudah Bertemu dengan Prabowo dan Megawati
Akankah Jokowi Temui SBY?
Rabu, 23/11/2016 - 19:46:37 WIB
Setya Novanto Diajukan Kembali jadi Ketua DPR
Ini Respon Presiden Joko Widodo
Kamis, 17/11/2016 - 19:34:27 WIB
Pasca Penetapan Statusnya sebagai Tersangka
Sederet Artis Papan Atas Banjiri Dukungan ke Ahok
 
Politik
Setya Novanto Diajukan Kembali jadi Ketua DPR
Ini Respon Presiden Joko Widodo

Politik - FID/RAH/ES/YU - Rabu, 23/11/2016 - 19:46:37 WIB
Presiden Jokowi berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar sebelum awali pertemuan di Istana Merdeka (22/11/2016). [Foto: Humas/Rahmat]
Jakarta, Riausidik.com - Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto mengemukakan bahwa dalam situasi kemarin dirinya betul-betul tidak mengetahui ada putusan dari pleno partainya, yang memutuskan untuk memintanya kembali menjadi Ketua DPR Republik Indonesia.

"Sampai hari ini saya belum mengetahui situasinya, karena sudah dilakukan begitu cepatnya untuk disampaikan kepada fraksi dan fraksi kepada pimpinan (DPR)," kata Setya Novanto kepada wartawan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11) sore.

Novanto mengaku sudah menyampaikan hal itu (pengajuan kembali sebagai Ketua DPR RI) kepada Presiden, dan Presiden menurutnya menyerahkan masalah tersebut kepada Partai Golkar.

"Beliau tidak ikut campur dan beliau tidak mempengaruhi tetapi semuanya itu adalah masalah yang berkaitan dengan partai Golkar secara internal," kata Novanto.

Pernyataan Setya Novanto itu senada dengan pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi seusai menjamu sarapan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di teras Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11/2016) pagi.

"Itu urusannya Partai Golkar, dan itu urusannya internal DPR," tegas Presiden Jokowi.

Presiden menambahkan, bahwa dasar hukum, penetapan ketua DPR adalah rapat paripurna DPR. "Itu wilayahnya di wilayah DPR," tegasnya.

Saat ditanya wartawan mengenai masalah kemungkinan kembalinya Setya Novanto sebagai Ketua DPR saat dirinya bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar itu pada Kamis (17/11) lalu, kembali Presiden Jokowi menegaskan, bahwa "Itu urusan internal Partai Golkar, itu urusan internal DPR".

Hormati Penunjukan
Meski tidak menghadiri rapat pleno DPP Partai Golkar, yang memutuskan mengembalikan posisi dirinya sebagai Ketua DPR, Setya Novanto mengaku dirinya tentu sangat menghormati dan menghargai apa yang sudah diputuskan dan yang dikehendaki oleh fraksi dan pimpinan Partai Golkar itu.

"Tentu akan menjadi pertimbangan-pertimbangan setelah saya akan menerima para pimpinan DPP Partai Golkar, yang rencananya besok pagi akan menghadap saya. Ini yang perlu saya sampaikan," terang Novanto.

Sebagaimana diketahui, Setya Novanto mengundurkan diri dari posisi ketua DPR akhir 2015 lalu karena tersangkut kasus permintaan saham pada PT. Freeport Indonesia. Meski saat itu tidak ada keputusan dan sanksi dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, posisi Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI kemudian digantikan oleh Ade Komarudin, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI.

Belakangan Setya Novanto menggugat pasal soal permufakatan jahat serta penggunaan sadapan sebagai alat bukti ke Mahkamah Konstitusi (MK), yang kemudian sebagian telah dikabulkan MK. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk