Pemerintah Kota Gunungsitoli
 
Museum Pusaka Nias Taja Diskusi Publik
Magiao Satwa Langka Kini Terancam Punah

Dibaca sebanyak 1301 kali
Pemko Gunung Sitoli | Laporan: Adi Eli Laoly | Jumat, 10/11/2017 | 22:45:30 WIB
 
Peserta dan narasumber pada acara diskusi publik, tampak serius memberikan pemikirannya, Jumat (10/11/2017), di Museum Pusaka Nias. [Foro: Adi Laoly]
Gunungsitoli, Riausidik.com - Untuk meningkatkan pelestarian salah satu satwa langka asli Pulau Nias, yakni Burung Magiao atau biasa dikenal sebagai Beo Nias. Museum Pusaka Nias menggelar diskusi publik dengan tema “Selamatkan Magiao sebagai Pusaka Alam Pulau Nias”, Jumat (10/11/2017).

Diskusi tersebut menghadirkan narasumber diantaranya Ketua Yayasan Pusaka Nias, Pastor Johannes M Hammerlle OFMCap, dan Direktur Museum Pusaka Nias, Nata"alui Duha SPd.

Pelaksanaan diskusi ini merupakan bagian dari perayaan Hari UIang Tahun (HUT) Museum Pusaka Nias (MPN) ke-22. Hal tersebut disampaikan ketua Panitia Hut MPN, David Richardo Wong, saat menyampaikan sambutannya.

“Kita ingin mengenalkan Magiao kepada seluruh masyarakat dari berbagai lapisan. Banyak kita ketahui anak-anak di Nias yang masih belum mengenal apa itu Magiao,” ujarnya.

Wong menambahkan, tidak semua burung beo yang diperdagangkan atau yang ada di rumah-rumah adalah beo asli Nias.

Diskusi ini, lanjutnya, merupakan wujud peran Museum Pusaka Nias dalam memotivasi kepedulian masyarakat terhadap satwa Magiao, sehingga masyarakat turut ambil bagian dalam upaya pelestarian Magiao.

“Kita lihat sendiri keberadaan Magiao dewasa ini cukup memprihatinkan. Harapan kita ke depannya, kita bisa melihat lebih banyak lagi burung Magiao berkeliaran di alam Pulau Nias,” tutupnya.

Hal senada juga dikatakan Pastor Johannes. Menurutnya, salah satu penyebab kepunahan burung Magiao ini dikarenakan penangkapan besar-besaran.

“Dahulu semua yang datang dan meninggalkan Pulau Nias ini selalu membawa Magiao. Entah untuk diperjualbelikan atau dikoleksi. Sehingga lama-kelamaan Magiao nyaris punah, tak terlihat lagi di alam bebas,” katanya.

Ia menceritakan, pada tahun 1886, seorang ahli Biologi asal Italia bernama Modilliani melakukan penelitian di Pulau Nias selama enam bulan terhadap burung Magiao. Dalam tulisan Modilliani dikatakan, Magiao merupakan burung beo tercerdas dan bertubuh paling besar di antara seluruh spesies burung beo yang ada di Indonesia.

Keunikan lainnya ialah, nama "Magiao" hanya untuk spesies beo yang ada di Pulau Nias. Berbeda dengan spesies beo asal daerah-daerah lain di Indonesia, yang tetap menggunakan nama "Beo".

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan terselenggaranya diskusi publik ini.

Diketahui sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Gunungsitoli, dalam melestarikan Burung Magiao ini, telah dijadikan sebagai Maskot pada perayaan pesta Ya"ahowu, yang akan dirayakan mulai tanggal 23 hingga 26 November 2017, dan dipusatkan di Taman Yaahowu, Kota Gunungsitoli.

Diskusi publik ini diikuti puluhan masyarakat dari berbagai organisasi kemasyarakatan/kepemudaan, mahasiswa, pelajar, tokoh-tokoh masyarakat/adat, dan pegawai-pegawai ASN dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli. ***

Editor: Yenni Tel.

 

Selasa, 23/10/2018 - 11:19:36 WIB
Gubsu Terima Kunjungan FORKADA Nias

Rabu, 13/12/2017 - 13:43:11 WIB
Pemilu 2019 Mendatang, KPU Kota Gunungsitoli Lakukan Penataan Dapil

Rabu, 06/12/2017 - 10:54:17 WIB
Dianggap Ilegal Raja HP Cafe Rajanya Koki di Demo

Rabu, 29/11/2017 - 20:53:41 WIB
Juara I Diraih Pemahat dari Nias Selatan

Rabu, 29/11/2017 - 10:17:17 WIB
Datangkan Artis Ibu Kota PESTA YAAHOWU Resmi Di Tutup

Senin, 27/11/2017 - 17:32:28 WIB
Lomba Dayung PerahuTradisional Nias Ramaikan PESTA YAAHOWU.

Jumat, 24/11/2017 - 21:18:33 WIB
Lsm Penjara Demo Kantor Walikota

Jumat, 24/11/2017 - 21:02:08 WIB
Fatiwaso Optimis Majukan Desa Namohalu

Jumat, 24/11/2017 - 20:58:31 WIB
Sekjend Kemenkes RI Kunjungi RSUD Gunungsitoli

Jumat, 24/11/2017 - 08:00:08 WIB
Mayjen Pur. Christian Zebua Tinjau Stand Pameran

Rabu, 22/11/2017 - 08:01:22 WIB
Berpotensi Tsunami, Ini Kata BMKG

Jumat, 17/11/2017 - 06:59:17 WIB
Bupati Nias Ajukan Dua Ranperda ke DPRD

Jumat, 17/11/2017 - 06:47:52 WIB
Kasat: Tilang Naik, Laka Nihil

Senin, 13/11/2017 - 20:39:47 WIB
JPKP Desak Polres Nias Usut Kasus Bazaro Harefa

Jumat, 10/11/2017 - 22:45:30 WIB
Magiao Satwa Langka Kini Terancam Punah

Jumat, 10/11/2017 - 22:10:08 WIB
Yusman Tewas Terseret Arus Sungai Oyo

Minggu, 05/11/2017 - 21:11:56 WIB
Kapolres Nias Pimpin Rakor Lintas Sektoral

Jumat, 03/11/2017 - 18:48:47 WIB
Puluhan Sekolah Menjadi Binaan Kejari Nisel

Jumat, 03/11/2017 - 18:32:26 WIB
Pemko Bangun Patung Yesus di Soarowiga

Rabu, 01/11/2017 - 19:04:26 WIB
Kapolres Nias Pimpin Apel Pasukan

Selasa, 31/10/2017 - 18:57:41 WIB
DPR RI Tinjau RSUD Gunungsitoli

Selasa, 31/10/2017 - 18:38:07 WIB
Wawako Gunungsitoli Tutup MTQ

Selasa, 24/10/2017 - 16:27:05 WIB
Tiga Perwira di Polres Nias Disertijab

Senin, 16/10/2017 - 08:12:32 WIB
Mesin Setor Tunai Macet, Nasabah BRI Kesal

Kamis, 12/10/2017 - 16:27:48 WIB
Petani Padi dan Peternak Sapi Dapat Asuransi

 
HOME | UTAMA
PEMERINTAH KOTA GUNUNGSITOLI © 2013